Aksi Demo di PAM TM Palopo Rusuh, Ketua GAM: 10 Orang Massa Aksi Dipukul, Laporan ke Polres
bola'
jmsi'
kesaktian

Aksi Demo di PAM TM Palopo Rusuh, Ketua GAM: 10 Orang Massa Aksi Dipukul, Laporan ke Polres

Senin, 02 November 2026,

PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Aksi demo di Kantor PAM Tirta Mangkaluku (TM) Kota Palopo yang digelar oleh GAM (Gerakan Aktivis Mahasiswa) Luwu Raya berujung rusuh. Video yang beredar luas, nampak beberapa peserta aksi sedang melakukan orasi, dengan membakar ban, dan meletakkan beberapa wadah air berupa baskom yang berisikan air, sebagai bentuk tuntutan bahwa masyarakat sangat membutuhkan air bersih, dan distribusi air yang merata. Senin, 2 November 2026, di Kelurahan Murante, Kecamatan Mungkajang, Palopo, Sulsel.

Namun demikian, seruan itu terkesan dipaksakan untuk dihentikan oleh beberapa oknum pegawai, dan oknum tersebut, menendang wadah air, dan diduga sebagai pemicu dari keributan itu.

Kemudian, pada video tersebut, memperlihatkan beberapa oknum yang diduga pegawai PAM Tirta Mangkaluku, melakukan dorongan, dan dugaan pemukulan terhadap para pendemo, sehingga keributan di antara kedua belah pihak tidak terelakkan. 

Ketua Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) Luwu Raya, Ahmad Hanifulla, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp (WA) sekira pukul 14.39 WITA, terkait aksi demo, dan diduga terjadi kekerasan terhadap para aksi demo, menuliskan, bahwa kejadian bermula ketika massa aksi melakukan demonstrasi dengan melakukan tetrikal di depan pintu gerbang PDAM.

"Jadi kami, awalnya datang dan orasi sembari kami melakukan teatrikal dengan menggunakan ember dan timba sebagai bahan teatrikalnya,” tulis Ahmad dalam konfirmasi.

Dalam aksi tersebut, massa aksi membawa dua tuntutan utama, yakni evaluasi direksi PDAM dan pemberian kompensasi kepada pelanggan. Tuntutan itu didasari atas kegelisahan kondisi masyarakat Palopo saat ini.

“Kami datang untuk menuntut, agar adanya kompensasi pembayaran. Kita ketahui, saat ini, semenjak kekeringan air tidak jalan. Kami meminta adanya kompensasi untuk pelanggan. Namun baru sekitar 3 yang melakukan orator menyampaikan aspirasinya, tiba-tiba seorang pegawai PAM TM datang menendang ember teatrikal massa,”  cetusnya.

Massa, kemudian tetap melanjutkan aksinya dengan membakar ban. Dan saat itulah, tiba-tiba sejumlah pegawai PDAM datang dan terjadilah aksi saling dorong, hingga pemukulan.

“Sekitar 10 orang massa aksi yang dipukul, bahkan ada yang memar diwajah dan bekas cakar di leher. Saat ini, pihaknya telah melakukan visum, dan akan melaporkan pihak PAM TM ke Polres Palopo," tegasnya.

Atas kekerasan itu, kami mengecam aksi anarkisme yang dilakukan oleh oknum-oknum pegawai PAM.

"Hampir semua pegawai PAM yang baju biru melakukan pemukulan, ada juga beberapa dari tim lapangannya yang baju kaos. Dan itu, sudah masuk aksi anarkisme,” pungkas Hanifulla.

Hingga berita ini ditayangkan belum terkonfirmasi kepada pihak PAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo.

QMH. Yoga.

TerPopuler