BupAAS didampingi Wabup AAP Meresmikan Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bone
jmsi'
polri'

BupAAS didampingi Wabup AAP Meresmikan Pelaksanaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Bone

Sabtu, 01 Agustus 2026,

BONE-WARTASULSEL.Id. Suasana  di Lokasi Sekolah Rakyat Permanen Teritegrasi 1 berubah, selama beberapa bulan ini diramaikan dengan pekerja bangunan yang sibuk dengan pekerjaanya masing masing, ada yang membangun  asrama, ruang kelas, masjid dan berbagai fasiltas penunjang pembelajaran, hari ini, Jumat 31 Juli 2026  di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone yang berada di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur,  dipenuhi wajah-wajah baru dengan  penuh pengharapan. Di balik seragam baru yang masih tampak kaku dikenakan, terbayang jelas mimpi-mimpi besar anak-anak untuk masa depannya yang lebih cemerlang. Tonggak sejarah baru bagi peserta didik mendapatkan kesempatan mengawali perjalanan pendidikan di Sekolah Rakyat. Dari Bajoe, langkah kecil itu akhirnya dimulai. Dan dari ruang-ruang belajar Sekolah Rakyat, Bone menanam benih generasi yang diharapkan kelak tumbuh menjadi pemimpin, inovator, serta kebanggaan daerah dan bangsa

Hari ini bukan sekadar pembukaan tahun ajaran baru. Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Sosial sebagai lining sektor secara resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah awal pelaksanaan Program Sekolah Rakyat, program strategis nasional pemerintahan Prabowo Subianto- Gibran  yang diperuntukkan  membuka akses pendidikan yang merata dan berkeadilan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM, ( BupAAS ) didampingi Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM, ( AAP ) secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone Tahun Ajaran 2026/2027 dengan mengusung tema "Cerdas Bersama, Tumbuh Setara".

Turut hadir dalam kegaiatan tersebut  PIC Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Sulsel, Anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Bone, diantaranya Pj. Sekda Bone, Pimpinan Instansi Vertikal, 
Ketua & Wakil KetuaTim Penggerak PKK Kabupaten Bone, Para Staf Ahli Bupati, Staf Khusus, Asisten Setda Bone, Para Pimpinan OPD di Lingkup Pemerintah Kabupaten Bone, Camat dan Lurah serta kades,  Kordinator PKH bersama jajarannya, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone beserta Para Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Bone, Para Manajer pelaksana konstruksi, Para Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi I, serta seluruh tamu undangan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi para peserta didik untuk mulai mengenal lingkungan sekolah, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih masa depan. Sebagaimana yang disampaikan Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat 1 Kabupaten Bone, Drs. H. A. Muh. Yamin AT, MSi, dalam laporannya  bahwa, "tujuan pelaksanaan MPLS untuk memperkenalkan lingkungan sekolah  bagi peserta didik, menanamkan nilai nilai disiplin, karakter, dan budaya sekolah sejak awal pendidikan, memastikan kondisi kesehatan peserta didik melalui pemeriksaan kesehatan gratis," ucap Asisten 1 Sekda Bone.

"Peserta didik yang diterima tahun ajaran 2026-2027 sebanyak 239 terdiri dari jenjang SD sebanyak 54 orang berasal dari desil 1-2, jenjang SMP sebanyak 95 orang dari desil 1-2  dan jenjang SMA sebanyak 90 orang juga dari desil 1-2,"  jelas Andi Yamin.


Bupati Bone, menyambut gembira kehadiran Sekolah Rakyat bukan semata menghadirkan bangunan sekolah, melainkan memastikan negara benar-benar hadir memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.

BupAAS  menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen mewujudkan kesetaraan di bidang pendidikan agar tidak ada lagi anak yang kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan ekonomi.

“Kami ingin setiap anak Bone memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi. Sekolah Rakyat ini hadir sebagai bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk memberikan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi generasi kita, untuk itu, terima kasih bapak presiden dan bapak gubernur," ucap Andi Asman.

Di hadapan para siswa, Andi Asman juga menyampaikan pesan yang menjadi penyemangat sekaligus tantangan bagi generasi muda Bone. Ia meminta mereka berani memasang cita-cita setinggi mungkin.

Menurutnya, sekolah-sekolah di Bone, termasuk Sekolah Rakyat, harus mampu melahirkan generasi yang kelak menjadi menteri, gubernur, bupati, akademisi, pengusaha, hingga tokoh bangsa.

“Jangan pernah merasa rendah diri karena berasal dari keluarga sederhana. Yang menentukan masa depan bukan dari mana kita berasal, tetapi sejauh mana kita mau belajar, bekerja keras, dan menjaga integritas,” tegasnya.

Bupati juga mengingatkan bahwa Bone selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Namun, menurutnya, pembangunan daerah tidak boleh hanya diukur dari keberhasilan sektor pertanian, melainkan juga dari kualitas sumber daya manusianya.

Ia menegaskan pemerintah tidak ingin Bone dikenal dengan persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkoba, melainkan sebagai daerah yang melahirkan generasi berprestasi, berkarakter, dan mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.

Program Sekolah Rakyat, lanjutnya, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam memperluas akses pendidikan, sekaligus menjadi bagian dari implementasi Program BerAmal Pemerintah Kabupaten Bone untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan setara.

Di penghujung acara, yang tampak bukan hanya deretan siswa dengan seragam baru atau ruang kelas yang siap digunakan. Yang sesungguhnya sedang tumbuh adalah harapan. Harapan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang keluarganya, memiliki kesempatan yang sama untuk mengubah masa depan melalui pendidikan. Untuk itu, Kepala Sekolah Rakyat terintegarsi 1 menjelaskan dalam sosialisasinya mengatakan bahwa," seluruh aktivitas peserta didik dimulai pada jam 04.00, bangun sholat subuh, olahraga, mandi untuk persiapan bersekolah, sarapan pagi, Apel pagi, menerima pelajaran, istirahat siang ( makan ) kegiatan ekstrakorikuler, ada karate, pramuka dan PMR, makan malam dan istirahat pada jam 22.00," jelasnya.

Peserta didik dilengkapi seragam sebanyak 6 jenis, mulai sepatu  sampai topi dan semua gratis. Demikian pula perlengkapan sekolahnya, tiap anak didik diberikan laptop, tas dan buku buku, serta peralatan belajarnya sudah disiapkan semua, seperti tiap kelas ada televisi layar lebar, dan lain lain peralatan penunjang pembelajaran.

Kepsek berpesan kepada orang tua peserta didik, "bapak ibu tidak usah mengkhawatirkan anak anaknya yang tinggal diasrama, dan belajar di sekolah rakyat karena kami disini memperlakukan peserta didik sebagai anak kami sendiri, kami akan membimbing dan mendidik mereka dengan penuh kasih sayang untuk meraih cita citanya," tegasnya.

Diakhir kegiatan, perwakilan orang tua menyampaikan terima kasih kepada  presiden,  gubernur, Bupati dan Wakil Bupati Bone, "terima kasih atas diterimanya anak kami bersekolah disini, semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak bapak semua," ucapnya seretak.

Kegitan ditutup dengan sesi poto bersama.*QMH*AHAS*

TerPopuler