BupAAS Gantikan Sepatu Baru Seorang Pelajar yang Rusak Sepatunya Saat Gerak Jalan Kemerdekaan
jmsi'
polri'
polri'

BupAAS Gantikan Sepatu Baru Seorang Pelajar yang Rusak Sepatunya Saat Gerak Jalan Kemerdekaan

Kamis, 06 Agustus 2026,
BONE-WARTASULSEL.Id.Saat barisan SMP Negeri 2 Watampone melintas di depan panggung kehormatan halaman depan Rujab Bupati Bone, pimpinan barisan, Muh. Ayogi Akbar, siswa kelas IX SMP Negeri 2 Watampone,  terlepas sol sepatunya. Meski demikian, Ayogi memilih tetap melangkah dengan sepatu yang tak lagi layak digunakan, ia berusaha menyelesaikan gerak jalan sebagai bentuk tanggung jawab dan semangat menyambut hari kemerdekaan.
 
Momen haru gerak jalan indah dalam rangka  memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bone,  terselip sebuah kisah sederhana yang menghangatkan hati. Pemandangan itu tak luput dari perhatian Bupati Bone  H. Andi Asman Sulaiman ( BupAAS ) yang hadir menyaksikan kegiatan. Tanpa protokoler yang berlebihan, Andi Asman Sulaiman langsung menghampiri Ayogi.
Sepasang sepatu yang rusak, berakhir dengan senyum seorang pelajar berkat kepedulian Bupati Bone menggatikan dengan sepasang sepatu yang baru.

Tindakan spontan itu membuat Ayogi tersenyum lebar. Sepatu yang baru dikenakannya bukan hanya menggantikan alas kaki yang rusak, tetapi juga mengembalikan rasa percaya diri untuk melanjutkan aktivitasnya.

Masyarakat yang berada di lokasi ikut menyaksikan momen tersebut. Bukan nilai sepasang sepatu yang menjadi perhatian, melainkan kepedulian seorang kepala daerah yang memilih hadir dan memberikan solusi secara langsung ketika melihat warganya mengalami kesulitan.

Bagi Ayogi, momen itu akan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Di tengah langkah yang sempat terhambat, hadir seorang pemimpin yang tidak sekadar menyaksikan, tetapi juga turun tangan membantu.

Di tengah berbagai agenda pembangunan yang terus dijalankan Pemerintah Kabupaten Bone, tindakan sederhana itu kembali menggambarkan gaya kepemimpinan Andi Asman Sulaiman yang dikenal dekat dengan masyarakat. Sebab, kepedulian sering kali tidak diukur dari besarnya bantuan, melainkan dari keikhlasan untuk hadir pada saat yang paling dibutuhkan.

Peristiwa singkat di tengah gerak jalan kemerdekaan itu menjadi pengingat bahwa makna seorang pemimpin bukan hanya terlihat melalui kebijakan, tetapi juga dari sentuhan kemanusiaan yang mampu menghadirkan harapan dan senyum bagi warganya. (*)

TerPopuler