SOPPENG.WARTASULSEL.ID-, Cara aparatur Pemerintah Kabupaten Soppeng mengelola administrasi mulai berubah. Dokumen, surat-menyurat, hingga proses pengesahan yang sebelumnya banyak dilakukan secara manual kini diarahkan masuk ke sistem digital.
Perubahan itu menjadi bagian dari langkah Pemkab Soppeng mempercepat transformasi digital birokrasi melalui pemanfaatan Email Dinas, Tanda Tangan Elektronik (TTE), dan SRIKANDI.
Bukan sekadar memperkenalkan teknologi, program tersebut menyasar kebiasaan kerja aparatur. Sistem digital diharapkan benar-benar digunakan dalam aktivitas pemerintahan sehari-hari sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, tertib, dan mudah ditelusuri.
Penguatan pemanfaatan sistem tersebut dilakukan melalui sosialisasi secara bertahap oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng.
Terbaru, sosialisasi digelar di Aula Kantor Kecamatan Marioriwawo, Rabu (9/9/2026). Kegiatan diikuti unsur kecamatan serta perangkat yang berkaitan dengan pelayanan dan administrasi, termasuk sekretaris kecamatan, kasubag umum dan kepegawaian, kepala tata usaha, dan operator.
Rangkaian sosialisasi sebelumnya telah berlangsung di Kecamatan Marioriawa pada 1 September, Ganra pada 2 September dengan peserta gabungan Ganra dan Donri-Donri, Lilirilau pada 3 September, serta Liliriaja pada 8 September dengan peserta gabungan Liliriaja dan Citta.
Selanjutnya, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Lalabata pada 10 September 2026 dengan peserta gabungan Kecamatan Lalabata dan sejumlah SKPD.
Tiga Instrumen, Satu Arah Perubahan
Dalam sosialisasi tersebut, aparatur diperkenalkan pada fungsi tiga instrumen yang menjadi bagian dari administrasi digital pemerintahan.
Email Dinas digunakan untuk komunikasi resmi kedinasan. SRIKANDI mendukung pengelolaan surat-menyurat dan arsip dinamis secara elektronik. Sedangkan TTE digunakan dalam proses pengesahan dokumen secara digital.
Penerapan sistem tersebut diharapkan mampu mengurangi proses yang selama ini bergantung pada dokumen fisik.
Tidak hanya menghemat penggunaan kertas, digitalisasi juga memungkinkan dokumen diproses dan ditelusuri dengan lebih mudah ketika dibutuhkan.
Kepala Bidang Statistik dan Persandian Diskominfo Kabupaten Soppeng, Ali Imran Mallawi, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya konsistensi aparatur dalam menerapkan sistem digital.
Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak ditentukan hanya oleh keberadaan aplikasi, tetapi juga oleh kemampuan aparatur menggunakannya secara benar dan berkelanjutan.
Digitalisasi, lanjutnya, harus mampu mengubah pola kerja. Teknologi diharapkan membuat proses administrasi lebih cepat, efisien, terintegrasi, aman, dan akuntabel.
Materi teknis dalam sosialisasi disampaikan oleh Eka Saputra, S.Kom., MM., Pranata Komputer Ahli Muda, dan Noviyanto, S.Kom., Pranata Komputer Ahli Pertama.
Dari Berkas Fisik ke Sistem Elektronik
Melalui SRIKANDI, pengelolaan surat dan arsip dinamis diarahkan menjadi lebih tertata serta mudah ditelusuri.
TTE memberikan kemudahan dalam pengesahan dokumen secara elektronik, sementara Email Dinas memperkuat komunikasi resmi antarunit kerja.
Perubahan ini secara perlahan menggeser pola lama yang membutuhkan pencetakan dokumen, tanda tangan manual, pengiriman berkas fisik, hingga penyimpanan arsip dalam bentuk kertas.
Namun, perubahan teknologi tersebut juga membutuhkan perubahan pola pikir.
Aparatur tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan sistem. Mereka dituntut mampu menjadikan teknologi sebagai bagian dari rutinitas pekerjaan.
Karena itu, sosialisasi dan pendampingan menjadi penting agar penerapan sistem digital tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Pemkab Soppeng mendorong setiap unit kerja untuk mulai membangun kebiasaan administrasi yang lebih digital. Dengan pola tersebut, proses internal pemerintahan diharapkan semakin ringkas dan pelayanan kepada masyarakat ikut menjadi lebih cepat dan efektif.
Diskominfo bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Soppeng terus memberikan fasilitasi dan pendampingan untuk memastikan penerapan Email Dinas, TTE, dan SRIKANDI berjalan konsisten.
Transformasi digital pada akhirnya bukan hanya persoalan aplikasi apa yang digunakan.
Yang lebih penting adalah seberapa jauh aparatur mampu mengubah cara kerja.
Dari manual menuju digital, dari berkas fisik menuju arsip elektronik, dan dari pola kerja lama menuju birokrasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.
(Red)