BONE-WARTASULSEL.Id. Agenda Festival Gau Maraja 2026 dihari Ketiga, Ahad 27 September 2026, Panitia menggelar Karnaval Budaya dan Pangan yang diramu dalam bentuk parade 27 Kecamatan sebagai peserta Karnaval, tak ketinggalan Komunitas Sepeda Ontel dari berbagai Kabupaten di Sulsel dan ada dari Komunitas ontel Jogja serta barisan lembaga Adat ikut serta dalam tampilan pertama parade karnaval. Ribuan masyarakat memadati kawasan pelataran Rumah Jabatan Bupati Bone, Jalan Petta Ponggawae, untuk menyaksikan kemeriahan Karnaval Festival Gau’ Maraja 2026 dengan mengangkat tema pelestarian budaya, sejarah, serta kearifan lokal pangan masyarakat Bugis.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos, MM, ( BupAAS ) bersama Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM ( AAP ) serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir Ketua DPRD, Kapolres Bone, Pj. Sekda Bone, Dandenpom 1/Hsn, Kakan Kemenag Bone, Danyon Brimob Bone menyaksikan rangkaian kegiatan tersebut.
Di depan panggung kehormatan, para peserta tampil menggunakan beragam busana adat Bugis-Makassar. Sejumlah peserta mengenakan baju bodo, jas tutup, kain sutra, sarung sabuk hingga passapu dan songko recca. Peserta dari barisan komunitas Ontel memakai seragam tempo dulu lengkap dengan asesoris dan memboceng hasil pangannya.
Sebagian peserta bahkan mengenakan kostum petani tradisional lengkap dengan caping. Penampilan tersebut menggambarkan sejarah sepeda ontel yang pada masa lalu turut menjadi salah satu alat transportasi masyarakat, termasuk dalam menunjang aktivitas pertanian.
Tak ketinggalan, barisan sepeda Ontel memyerahkan Bendera Pataka “Gau’ Maraja” dari perwakilan komunitas sepeda tua, Bonesta Community, kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone. Bendera pataka tersebut sebelumnya diarak menggunakan sepeda tua dari Makassar menuju Kabupaten Bone.
Setelah diterima jajaran pemerintah daerah, Bendera Pataka Gau’ Maraja kemudian dikibarkan Bupati bersama Wabup Bone di hadapan pimpinan daerah dan tamu undangan.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman menyampaikan kebanggaannya melihat tingginya antusiasme masyarakat mengikuti dan menyaksikan Festival Gau’ Maraja 2026. Menurutnya, kemeriahan kegiatan tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap budaya dan sejarah daerah.
“Kegiatan ini bertujuan untuk merefleksi dan melestarikan sejarah kita. Di tengah musim kemarau dan jeda masa tanam para petani, kegiatan ini menjadi wadah kebersamaan dan hiburan yang patut kita syukuri bersama,” ucap BupAAS.
Bupati ¹juga menyampaikan rencana pemerintah daerah untuk memberikan dukungan lebih besar terhadap kegiatan budaya pada masa mendatang, termasuk Pesta Panen, dengan alokasi anggaran yang lebih besar serta melibatkan pemerhati budaya dari berbagai wilayah.
Festival Gau’ Maraja 2026 tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi dan pariwisata lokal. Tingkat okupansi hotel di Bone dilaporkan penuh oleh tamu dan wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti maupun menyaksikan rangkaian kegiatan.
Festival juga dirangkaikan dengan kegiatan UMKM yang melibatkan sekitar 200 keluarga prasejahtera. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan selama pelaksanaan festival.
Selain itu, Turnamen Domino yang menjadi salah satu kegiatan pendukung juga mendapat antusiasme tinggi dengan jumlah peserta yang disebut mencapai lebih dari 4.000 orang.
Sebagai bentuk motivasi bagi peserta, Pemerintah Kabupaten Bone juga menyiapkan tambahan dukungan anggaran bagi kecamatan yang berhasil meraih juara dalam Karnaval Budaya. Bupati Bone menyampaikan, kecamatan yang berhasil menempati peringkat pertama hingga keenam akan memperoleh tambahan anggaran hingga Rp100 juta.
“Tahun depan, kecamatan yang berhasil menjadi juara 1 sampai 6 dalam karnaval ini akan mendapatkan tambahan anggaran hingga Rp100 juta,” tegas BupAAS.* QMH*AHas*