Pembangunan Lapangan Futsal Desa Suka Agung Mesuji Disorot Warga google.com, pub-5973303562208985, DIRECT, f08c47fec0942fa0
pasang
pasang

Pembangunan Lapangan Futsal Desa Suka Agung Mesuji Disorot Warga

Sabtu, 24 September 2022,


MESUJI.WARTASULSEL.ID-
Pembangunan lapangan futsal didesa suka agung kecamatan way Serdang kabupaten mesuji di Duga Tidak sesuai bestek,pembangunan lapangan futsal yang bersumber dari anggaran DD (dana desa) tahun 2022 dengan menelan anggaran Rp120, 000 000 (seratus dua puluh juta rupiah) dinilai asal jadi.Jum’at,23/09/22)


Pasalnya saat team awak media datang berkunjung ke Desa suka agung team melihat pembangunan lapangan futsal yang belum seumur jagung sudah mengalami kerusakan di luar kewajaran
team melakukan pengecekan ke lokasi dan melihat pembangunan tersebut terlihat jelas sudah hampir tidak layak pakai dan akan berdampak membahayakan pemain putsal,selain rusak parah tidak ada papan anggaran di sekitar pembangunan lapangan futsal.

Didalam undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagai mana telah diubah dengan undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, adanya undang-undang tersebut mengapa masih banyak kepala desa berani lakukan perbuatan itu yang sipat nya sudah melanggar undang undang,

Saat crew media sibber online Wartasulsel. Id dan Team konfirmasi dengan salah satu warga yang enggan di sebutkan namaNya ,"ia mas saya juga bingung masak bangunan masih seumur jagung sudah rusak sedangkan lapangan futsal itu lapangan satu-satunya yang biasa di pakai oleh masyarakat suka agung dan harapan kami masyarakat supaya pembangunan kusus nya di desa suka agung ini bisa lebih bagus karena kami masyarakat yang merasakan,"tuturNya.

Lanjut," kami berharap aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah terkait dikabupaten mesuj bisa menindak lanjuti dan bisa memberikan perhatian khusus. Team awak media yang berkunjung kedesa suka agung langsung berkoordinasi dengan kepala Desa tapi sangat di sayangkan tidak di tanggapi dan tidak di indahkan.

Lagi - lagi Ada yang lebih di sesalkan pada saat team awak Media berkunjung ke kantor desa nampak kantor desa tidak ada orang sama sekali,jikalau masyarakat punya kerperluan atau kepentingan yang berkaitan dengan Desa, ya harus nunggu sampai kantor Desa buka.
Aneh rasanya kantor Desa ini dibuat seakan Desa Milik aparatur bukan milik rakyat,'tutupNya.(Team)
loading...

TerPopuler