PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Walikota Palopo Ibu Hj. Naili didampingi Kapolres Palopo, Kejari, Kasdim 1403 Palopo (diwakili) memantau langsung harga kebutuhan pokok dan ketersediaan gas Elpiji 12 Kg dan 3 Kg.
Selain memantau kebutuhan pokok, juga melakukan sidak sekaligus peninjauan Ke Pasar Niaga Palopo (PNP).
Kemudian, hadir Kepala BPS, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kepala Inspektorat, beserta perwakilan Bulog Cabang Kota Palopo.
Naili Trisal, dalam pemantauan tersebut, mengatakan, kegiatan ini untuk memastikan harga kebutuhan pokok di masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Bapok (bahan pokok) dan perusahaan Gas Elpiji, harga tidak terlalu signifikan, masih normal, seperti harga beras, minyak kelapa juga masih dalam kondisi normal.
"Untuk gas elpiji kami langsung turun memantau untuk mencari tahu tentang cara distribusinya. Untuk pangkalan gas elpiji, agar tidak menaikkan harga yang telah ditentukan pemerintah," ujarnya. Rabu, 11 Februari 2026.
Menjelang hari raya nyepi dan bulan suci ramadhan, Naili Trisal, menegaskan, kepada agen pangkalan gas elpiji agar tidak bermain-main atau menaikan secara sepihak harga gas 3 kg.
"Jika ditemukan ada pihak pangkalan yang bermain dengan harga gas elpiji, akan dicabut izin pangkalan atau tidak beroperasi," tegas Naili Trisal.
Dari informasi yang dihimpun, harga Bapok (bahan pokok) cenderung normal dan stabil, seperti beras Sphp RP. 12.000, beras medium berkisar RP.13.000, RP 13.500 dan medium RP. 14.000 sampai dengan RP. 14.900.
Sementara untuk harga telur, cabe dan bawang cukup stabil, kecuali tomat ada kenaikan dari harga RP 8.000 menjadi RP. 10.000.
*QMH. Yoga. Rls*