BONE-WARTASULSEL.Id Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah ( Balitbangda ) Kabuoaten Bone menggelar Bone Innovation Award 2026, dihadiri langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S, Sos, MM bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM. Dalam kegiatan tersebut dirangkaikan dengan penandatanganan komitmen serta pelaporan inovasi daerah sebagai bentuk penguatan budaya kerja inovatif serta penyerahan penghargaan bagi OPD yang berinovatif dan menyampaikan inovasinya pada tahun 2025 di lingkungan Pemkab Bone.
Bertema “Menciptakan Masa Depan Melalui Inovasi yang Berkelanjutan” dilaksanakn di Gedung PKK Bone, Kompleks Kantor Bupati Bone, jalan Ahmad Yani, Kota Watampone, Selasa 12 Mei 2026.
Dihadiri Nuril Fikri Aulia, SE, MSi, Analis Kebijakan Ahli Madya Badan Strategi Kebijakan dalam Negeri, Pj. Sekda Bone, para Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda Bone, Kepala OPD, Kabag Sekda Bone, Camat serta Inovator dalam lingkup Pemda Bone.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Bone, Dra. Hj. Andi Yuliati, MH menyampaikan Laporannya mengatakan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan Bone Innovation Award tahun 2026 dan Pemberian Penghargaan serta Penandatanganan Komitmen Pelaporan Daerah adalah :
1. Sebagai bentuk Apresiasi Pemerintah Daerah Bone kepada OPD maupun ASN yang telah menerapkan dan melaporkan inovasi daerah kepada OPD masing masing.
2. Sebagai bentuk upaya memperkuat ekosistem inovasi guna meningkatkan peringkat dalam Innovative Government Award. Memastikan entitas pemerintah berkomitmen melaporkan inovasi tepat waktu dan berkualitas.
3. Sebagai bwntuk implementasi Peraturan Bupati Bone No 3 Tahun 2022.
Hasil dan Capaian :
Tahun 2025 tercatat sebanyak 11 Inovasi Daerah yang telah dilaporkan Balitbangda ke Kemendagri dan mendapatkan nilai indeks sebesar 41, 85 persen dengan predikat kabupaten Inovatif, mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya hanya 30, 56 persen. Peringkat kurang inovatif.
Penghargaan Bone
Innovation Award 2026 kepada OPD :
1. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dengan judul inovasi, IBU NYAMAN
MELAHIRKAN PULANG MEMBAWA DOKUMEN
KEPENDUDUKAN (ININNAWAKU)
2. Dinas Pendidikan dengan judul inovasi
- WAKIL LITERASI DESA (WALI DESA)
- KUIS KANTIN NUMERASI (KKN) dan
- ALAT GEROBAK KERETA BACA (AGA KAREBA).
3. Dinas Peternakanbddan Kesehatan Hewan ssengan judul inovasi
- PENGEMBANGAN TEKHNOLOGI MESIN
TETAS DAN KEWIRAUSAHAAN (PETI KEMAS KU)
- LAYANAN MILIK PARA PETERNAK
ONLINE SHOP (LAMIRAPE OL SHOP)
4. Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang dengan judul inovasi
PERENCANAAN, PEMANFAATAN DAN
PENGAWASAN (PONDOK P3)
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dengan judul inovasi
KLINIK
INOVASI DAERAH (KLIK INDAH )
6. RSUD Tenriawaru dengan judul inovasi
- SISTEM INFORMASI CEPAT,
TERINTEGRASI,TERSTANDARISASI DAN
KREATIF (SI CANTIK)
- KURIR PENGANTARAN OBAT PADA
PASIEN PRIORITAS (KERABAT
PRIORITAS)
7. RSUD Datu Pancaitana dengan judul inovasi ELEKTRONIK DATA
DIET PASIEN TERINTEGRASI
( E-DESTINASI).
Dalam arahannya, Bupati Bone menegaskan inovasi tidak harus berskala besar, melainkan dapat dimulai dari langkah sederhana yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun tata kelola pemerintahan.
“Jangan berpikir inovasi itu harus besar, yang kecil-kecil tetapi bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat maupun pemerintah, itu juga inovasi,” ujarnya.
Ia meminta seluruh kepala OPD menghadirkan gagasan baru yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Bone.
Selain menekankan pentingnya inovasi, Andi Asman Sulaiman juga menyoroti gaya hidup berlebihan di kalangan ASN yang dinilai dapat memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga dan kinerja aparatur. Ia menyinggung budaya membawa amplop berlebihan saat menghadiri pesta pernikahan hingga kebiasaan membuat banyak seragam untuk satu acara pesta pernikahan.
Menurutnya, pola hidup konsumtif menjadi salah satu pemicu persoalan rumah tangga ASN. Bupati Bone mengaku prihatin terhadap tingginya permohonan perceraian, khususnya dari kalangan tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan.
“Sampai sekarang saya belum tanda tangani rekomendasi cerai. Terlalu mudah sekarang orang bercerai, ujung-ujungnya pemerintah juga yang dibuat repot,” ungkapnya.
Sebagai langkah pembinaan ASN, Bupati Bone mengusulkan agar PNS maupun Non ASN yang akan menikah terlebih dahulu mendapat izin pimpinan dan pembinaan khusus melalui BKPSDM Bone, ini adalah bentuk inovasi.
Ia juga mengusulkan inovasi menjadi salah satu syarat promosi jabatan pejabat eselon. Menurutnya, setiap pejabat yang akan menduduki jabatan eselon II wajib memiliki proyeksi inovasi yang jelas dan terukur. *QMH*AHAS*