BONE-WARATSULSEL.Id. Wabup Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM ( AAP ) melakukan monitoring dan evaluasi ( monev ) tahap II pembangunan Sekolah Rakyat Permanen untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi calon peserta didik yang akan memulai proses belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Bone, yang berlokasi di Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Senin, 20 Juli 2026.
Turut dihadiri perwakilan Kementerian Sosial, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bone, Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bone, Kepala BPS Kabupaten Bone, Kepala Bagian Hukum Setda Bone, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Bone, Camat Tanete Riattang Timur, perwakilan perangkat daerah terkait, serta tamu undangan lainnya.
Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan fisik berjalan sesuai dengan rencana. Selain itu, kesiapan sarana dan prasarana juga menjadi perhatian agar seluruh fasilitas dapat digunakan saat kegiatan belajar mengajar dimulai.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin meninjau sejumlah fasilitas yang tengah disiapkan, sekaligus berdialog dengan perangkat daerah terkait mengenai progres pekerjaan dan berbagai kebutuhan yang masih harus diselesaikan.
Menurut Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin, Pemerintah Kabupaten Bone berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang layak bagi seluruh peserta didik. Karena itu, setiap tahapan pembangunan harus memperhatikan kualitas, keamanan, dan kenyamanan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap kesiapan pelaksanaan MPLS. Tahapan ini dinilai penting untuk membantu peserta didik beradaptasi dengan lingkungan sekolah, guru, serta tata tertib yang akan diterapkan.
Dalam arahannya, Wakil Bupati Bone Andi Akmal Pasluddin menegaskan bahwa aspek kesehatan, keamanan, dan kenyamanan siswa merupakan prioritas utama sebelum Sekolah Rakyat mulai beroperasi.
"Yang menjadi prioritas kita adalah memastikan seluruh fasilitas memenuhi standar kesehatan, keamanan, dan kenyamanan. Anak-anak yang akan belajar di Sekolah Rakyat harus memperoleh lingkungan pendidikan yang layak sehingga mereka dapat mengikuti proses belajar dengan tenang dan optimal," tegasnya.
Wabup AAP juga meminta seluruh perangkat daerah yang terlibat segera menuntaskan berbagai kendala yang masih ditemukan di lapangan melalui koordinasi lintas sektor agar seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai target.
"Setiap kendala yang masih ada harus segera kita selesaikan melalui koordinasi lintas sektor. Setelah itu, kita dapat mengomunikasikan secara terbuka kepada orang tua siswa bahwa seluruh persiapan telah dilakukan dengan baik demi keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran proses belajar anak-anak mereka," ujar Andi Akmal Pasluddin.*QMH*AHAS*
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bone memastikan Sekolah Rakyat siap beroperasi dengan fasilitas yang memenuhi standar sebelum menerima peserta didik.(*)