Nusraya Fertility Road Show, dr. Nasaruddin: Proses Kehamilan Bayi Tabung, dr. Eddy: Peluang Implantasi
jmsi'
dandim'
sulselbar'
ganra'
man'
kbihu'
kbihu2'
annaila'
baselo'
baselo'

Nusraya Fertility Road Show, dr. Nasaruddin: Proses Kehamilan Bayi Tabung, dr. Eddy: Peluang Implantasi

Minggu, 16 Agustus 2026,
PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Nusraya Fertility Center menggelar Road Show sekaligus Seminar Awam, Pasangan Garis Dua, serta menghadirkan langsung Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. dr. Nasaruddin Nawir, Sp. OG (K).,Mars, dan Dr. dr. Eddy Rubianto Moeljono, Sp. OG. Subsp. FER (K), serta Dr. dr Sriwijaya, Sp. OG.,Subsp.,F.E.R (K), Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dan Subsp Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi (berhalangan).

Di seninar tersebut, diikuti sebanyak 25 pasangan Mam and Dad. Sabtu, 15 Agustus 2026, di Aula RSU ST Madyang, Kota Palopo, Sulawesi Selatan.

Dr. dr. Nasaruddin, mengatakan, bahwa proses kehamilan pada bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) melibatkan pembuahan sel telur dan sperma di luar tubuh (dalam laboratorium).

"Setelah sel telur dan sperma membentuk embrio selama beberapa hari, embrio tersebut dipindahkan kembali ke dalam rahim ibu agar terjadi kehamilan alami di dalam kandungan," ujarnya.

Diungkapkannya, alasan melakukan bayi tabung saluran telur (tuba falopi) rusak atau tersumbat.

"Sebab kualitas atau jumlah sperma suami rendah gangguan ovulasi pada wanita penyakit endometriosis sulit hamil tanpa alasan yang jelas," ungkapnya.

Dijelaskannya, bahwa tahapan prosedur bayi tabung stimulasinya, di mana pemberian obat hormon agar indung telur menghasilkan banyak sel telur.

"Proses pengambilan sel telur dan sperma yakni dokter mengambil sel telur yang matang, lalu mengumpulkan sampel sperma, yang kemudian dipertemukan di laboratorium, agar terjadi pembuahan. Hasil pembuahan dipantau selama beberapa hari hingga menjadi embrio yang sehat. Embrio pilihan dimasukkan langsung ke rahim wanita," jelas Nasaruddin.

Sementara itu, Dr. dr. Eddy Rubianto Moeljono, mengungkapkan, bahwan tingkat keberhasilan bayi tabung (IVF) di Indonesia secara rata-rata berkisar antara 30% hingga 40% per siklus, tergantung pada berbagai faktor medis.

"Faktor penentu beberhasilan usia ibu, di bawah 35 tahun memiliki peluang tertinggi sekitar 43-55%, lalu menurun bertahap menjadi 36% pada usia 35-37 tahun, 27% pada usia 38–40 tahun, dan di bawah 20% untuk usia di atas 40 tahun," ungkap Eddy.

Jadi, kesehatan sel benih menentukan mutu embrio yang akan ditanam ke dalam rahim.

"Dinding rahim yang sehat dan bebas kelainan memperbesar peluang implantasi. Gaya hidup dan tingkat stres, kondisi mental yang tenang dan tubuh yang sehat turut mendukung keberhasilan proses ini," pungkas Rubianto Moeljono.

Di akhir kegiatan Dr. dr. Nasaruddin, memberikan dooprize kepada para peserta seminar, dan sebanyak lima orang penanya mendapatkan surprise dari dr. Nasaruddin, yang membuat suasana di aula penuh kehangatan bagi seluruh peserta seminar.

QMH. Yoga.

TerPopuler