Pemuda Indonesia sebagai Penggerak Bangsa yang Berkemajuan
bola'
jmsi'
dandim'
sulselbar'
ganra'
man'
kbihu'
kbihu2'
annaila'
baselo'
baselo'

Pemuda Indonesia sebagai Penggerak Bangsa yang Berkemajuan

Sabtu, 19 September 2026,

Penulis : As'ad Al Bukhari
( Tim Literasi Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Bone )

BONE-WARTASULSEL.Id. Pemuda selalu menempati posisi penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dalam berbagai fase sejarah, generasi muda hadir membawa gagasan, keberanian, dan energi perubahan. Dari pergerakan kebangsaan hingga era digital, pemuda tidak pernah terlepas dari dinamika pembangunan Indonesia.

Namun, menjadi pemuda pada zaman sekarang memiliki tantangan yang berbeda. Perubahan teknologi berlangsung sangat cepat, informasi bergerak tanpa batas, persaingan semakin terbuka, sementara persoalan bangsa semakin kompleks. Kemajuan teknologi memberikan peluang besar, tetapi juga menuntut kemampuan literasi, kedewasaan berpikir, dan tanggung jawab sosial.

Karena itu, pemuda Indonesia tidak cukup hanya menjadi pengguna perubahan. Pemuda perlu mengambil posisi sebagai penggerak perubahan

Pemuda dan Masa Depan Bangsa

Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah atau perkembangan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas generasi mudanya.

Pemuda hari ini adalah tenaga profesional, akademisi, pengusaha, guru, teknolog, aktivis, birokrat, seniman, pekerja kreatif, dan pemimpin masyarakat di masa mendatang.

Karena itu, pembangunan sumber daya manusia pemuda harus menjadi bagian penting dari pembangunan bangsa.

Pemuda yang berkemajuan bukan hanya pemuda yang memiliki pendidikan tinggi, tetapi pemuda yang mampu mengubah pengetahuan menjadi karya dan karya menjadi manfaat bagi masyarakat.

Ilmu harus melahirkan gagasan. Gagasan harus melahirkan tindakan. Dan tindakan harus memberikan manfaat.

Dari Konsumen Menjadi Produsen Gagasan

Salah satu tantangan generasi muda di era digital adalah derasnya arus informasi. Setiap hari pemuda berhadapan dengan berbagai konten, opini, tren, dan perdebatan di ruang digital.

Situasi tersebut membutuhkan kemampuan berpikir kritis.

Pemuda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Mereka perlu belajar menjadi produsen pengetahuan dan gagasan.

Menulis, melakukan penelitian, membuat konten edukatif, mengembangkan teknologi, membangun komunitas, dan menciptakan inovasi merupakan bentuk kontribusi pemuda dalam membangun bangsa.

Ruang digital seharusnya tidak hanya menjadi tempat untuk mencari hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, berkarya, berdialog, dan menyelesaikan persoalan.

Pemuda dan Pendidikan

Kemajuan bangsa sangat berkaitan dengan kualitas pendidikannya. Karena itu, pemuda perlu menjadikan pendidikan sebagai investasi kehidupan.

Pendidikan tidak berhenti ketika seseorang memperoleh ijazah. Dunia terus berubah sehingga kemampuan belajar sepanjang hayat menjadi semakin penting.

Pemuda perlu memiliki kombinasi antara pengetahuan, keterampilan, karakter, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi. 

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi, kemampuan manusia untuk berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, berempati, dan menyelesaikan masalah tetap menjadi modal penting.

Pendidikan juga harus melahirkan manusia yang memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat.

Pemuda sebagai Penggerak Ekonomi

Pemuda memiliki peran strategis dalam membangun ekonomi nasional.

Kewirausahaan, ekonomi kreatif, teknologi digital, pertanian modern, industri halal, koperasi, dan UMKM merupakan ruang yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Pemuda tidak harus menunggu tersedianya pekerjaan. Sebagian pemuda dapat menjadi pencipta lapangan kerja melalui usaha dan inovasi.

Namun, kewirausahaan tidak semata-mata tentang mengejar keuntungan. Usaha yang baik juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, dan menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

Karena itu, pemuda perlu membangun mentalitas produktif, inovatif, mandiri, dan kolaboratif.

Pemuda dan Kehidupan Sosial

Kemajuan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan teknologi. Bangsa yang maju juga membutuhkan masyarakat yang memiliki solidaritas.

Pemuda perlu hadir dalam persoalan sosial di sekitarnya: pendidikan anak-anak, pemberdayaan masyarakat, lingkungan, kebencanaan, literasi, kesehatan masyarakat, dan berbagai bentuk kegiatan kemanusiaan.

Aktivisme sosial mengajarkan bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Kadang-kadang perubahan dimulai dari tindakan sederhana: mengajar, membantu, mendampingi, membuat komunitas, membersihkan lingkungan, atau memberikan ruang bagi orang lain untuk berkembang.

Pemuda yang berkemajuan bukan pemuda yang hanya ingin dikenal, tetapi pemuda yang ingin memberi manfaat.

Pemuda, Kebangsaan, dan Keberagaman

Indonesia adalah negara yang sangat beragam. Perbedaan suku, agama, budaya, bahasa, dan latar belakang sosial merupakan bagian dari kehidupan bangsa.

Pemuda memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberagaman tersebut melalui dialog dan kerja sama.

Perbedaan tidak harus menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan kedewasaan.

Pemuda perlu membangun budaya diskusi yang sehat, menghargai perbedaan pendapat, dan menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Kebangsaan bukan sekadar slogan. Kebangsaan harus diwujudkan melalui kesediaan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat dan negara.

Organisasi sebagai Sekolah Kepemimpinan

Organisasi kepemudaan juga memiliki posisi penting dalam membentuk karakter generasi muda.

Melalui organisasi, pemuda belajar bermusyawarah, mengelola program, mengatur keuangan, berkomunikasi, menyelesaikan konflik, membangun jaringan, dan mengambil keputusan. Organisasi seharusnya menjadi ruang pembelajaran kepemimpinan, bukan sekadar tempat mengejar jabatan.

Seorang pemimpin muda tidak hanya diukur dari posisi yang didudukinya, tetapi dari kemampuannya membangun orang lain. Pemimpin yang baik bukan hanya mampu berdiri di depan, tetapi juga mampu membuat orang lain tumbuh bersama.

Pemuda dan Transformasi Digital

Era digital memberikan peluang yang sangat besar bagi generasi muda Indonesia.

Pemuda dapat belajar dari berbagai sumber di dunia, membangun jaringan internasional, memasarkan produk lokal, mengembangkan aplikasi, membuat karya kreatif, dan menyebarkan pengetahuan. Namun, teknologi membutuhkan etika.

Kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan bersama tanggung jawab dalam menggunakannya. Literasi digital menjadi penting agar pemuda mampu membedakan informasi, opini, propaganda, dan fakta.

Teknologi harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas manusia, bukan menggantikan tanggung jawab manusia.

Dari Idealisme Menuju Kerja Nyata

Pemuda identik dengan idealisme. Idealisme merupakan energi penting bagi perubahan. Tetapi idealisme membutuhkan kemampuan untuk diterjemahkan menjadi kerja nyata.

Tidak cukup mengatakan ingin Indonesia maju. Pertanyaannya adalah: apa yang kita kerjakan untuk membuat Indonesia lebih maju ?

Tidak cukup berbicara tentang pendidikan. Harus ada tindakan untuk meningkatkan literasi.

Tidak cukup berbicara tentang ekonomi. Harus ada usaha yang menciptakan nilai dan kesempatan.

Tidak cukup berbicara tentang persatuan. Harus ada kemampuan untuk bekerja bersama di tengah perbedaan.

Dengan demikian, idealisme pemuda tidak berhenti sebagai wacana, tetapi menjadi gerakan yang menghasilkan manfaat.

Pemuda Indonesia memiliki kesempatan besar untuk menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa menuju masa depan.

Tetapi peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila pemuda memiliki keberanian untuk belajar, kemauan untuk bekerja, kemampuan untuk berkolaborasi, serta kepedulian terhadap masyarakat.

Bangsa yang berkemajuan membutuhkan pemuda yang berilmu tetapi rendah hati, kritis tetapi konstruktif, berani tetapi bertanggung jawab, kreatif tetapi berkarakter, serta memiliki cita-cita pribadi sekaligus kepedulian terhadap kepentingan bersama.

Indonesia tidak membutuhkan pemuda yang hanya menjadi penonton perubahan.

Indonesia membutuhkan pemuda yang belajar, berpikir, bergerak, berkarya, dan memberi manfaat.

Karena itu, menjadi pemuda Indonesia bukan hanya tentang usia. Ia adalah tentang keberanian mengambil tanggung jawab atas masa depan.

Pemuda adalah energi bangsa. Jika energi itu dipadukan dengan ilmu, karakter, kreativitas, dan kepedulian sosial, maka pemuda dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam menggerakkan Indonesia menuju kemajuan.(*)

TerPopuler