PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Dalam rangka memperkuat kualitas dan ketersediaan data pertanahan berbasis geospasial, Kepala Kantor Pertanahan Kota Palopo, Agustinus Palesang, S.SiT, memimpin rapat progres Informasi Geospasial Tematik (IGT) Tanah Wakaf, Masjid dan Rumah Peribadatan lainnya di Kota Palopo.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Pertanahan Kota Palopo dan dihadiri oleh para Pejabat Pengawas, Koordinator Substansi (Koorsub), staf teknis terkait, serta Tenaga Magang Program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan yang ditempatkan di Kantor Pertanahan Kota Palopo.
Rapat ini menjadi bagian dari upaya Kantor Pertanahan Kota Palopo dalam memastikan proses pengumpulan, pengolahan, pemutakhiran, dan penyajian data IGT dapat berjalan secara terarah dan menghasilkan informasi yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kakan Kantah Palopo, Agustinus Palesang, mengatakan, pentingnya sinergi seluruh jajaran dalam mendukung penyelesaian kegiatan tersebut. Menurutnya, kualitas data geospasial sangat ditentukan oleh ketelitian dalam proses inventarisasi dan validasi data, termasuk kesesuaian antara data spasial dengan kondisi faktual di lapangan.
"Keberadaan IGT tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam pengelolaan informasi pertanahan, khususnya terhadap bidang-bidang tanah yang memiliki fungsi sosial dan keagamaan. Data yang tersusun secara sistematis juga dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam perencanaan, pengambilan kebijakan, serta peningkatan kualitas pelayanan pertanahan kepada masyarakat," ujar Agustinus.
Diungkapkannya, bahwa dalam rapat, turut dilakukan evaluasi terhadap capaian progres, pembahasan kendala yang dihadapi, serta penyusunan langkah tindak lanjut untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan.
"Para pejabat pengawas, Koorsub, staf teknis, hingga tenaga magang turut berkontribusi dalam mendukung proses pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas dan peran masing-masing," ungkapnya.
Keterlibatan Tenaga Magang Program Maganghub Kemnaker juga menjadi bagian dari proses pembelajaran sekaligus kolaborasi dalam mendukung pelaksanaan pekerjaan di lingkungan Kantor Pertanahan Kota Palopo.
"Melalui kegiatan tersebut, para peserta magang memperoleh pengalaman langsung mengenai proses kerja dan pemanfaatan data dalam penyelenggaraan administrasi pertanahan," jelasnya.
Kantor Pertanahan Kota Palopo berkomitmen untuk terus mendorong transformasi pengelolaan data pertanahan yang semakin akurat, terintegrasi, modern, dan berbasis teknologi geospasial.
"Melalui kolaborasi dan kerja bersama seluruh jajaran, diharapkan progres IGT Tanah Wakaf, Masjid dan Rumah Peribadatan lainnya dapat terselesaikan secara optimal serta memberikan manfaat nyata dalam mendukung tertib administrasi dan pelayanan pertanahan di Kota Palopo," pungkas Palesang.
QMH. Yoga. Hms