PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palopo menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Palopo.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarinstansi guna mendukung program pembinaan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga binaan pemasyarakatan.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas dukungan terhadap program pemberdayaan, perlindungan perempuan dan anak, serta edukasi mengenai keluarga berencana dan ketahanan keluarga.
Kolaborasi ini juga menjadi upaya untuk mendukung pembinaan yang lebih menyeluruh dengan memperhatikan aspek sosial dan keluarga sebagai bagian penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Palopo, Jose Quelo, mengatakan, bahwa kerja sama lintas sektor merupakan bagian penting dalam mewujudkan pembinaan yang berorientasi pada perubahan positif dan kesiapan warga binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dalam mendukung pembinaan warga binaan, khususnya melalui program pemberdayaan, perlindungan, dan penguatan ketahanan keluarga. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga mempersiapkan warga binaan agar dapat kembali ke masyarakat dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Kalapas Palopo. Selasa, 20 Oktober 2026, di Kota Palopo, Sulsel.
Melalui kolaborasi ini, Lapas Kelas IIA Palopo berharap berbagai program pembinaan dapat dikembangkan sesuai dengan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
"Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi warga binaan, termasuk dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya perlindungan anak, hubungan keluarga yang harmonis, serta tanggung jawab sosial," harapnya.
Kerja sama ini sekaligus menegaskan komitmen Lapas Kelas IIA Palopo untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.
"Dengan terjalinnya sinergi tersebut, diharapkan warga binaan memperoleh dukungan pembinaan yang lebih komprehensif sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat dan berkontribusi secara positif," pungkas Jose Quelo.
QMH. Yoga. Hms