BONE.WARTASULSEL.ID-
Seminar kaki lima Indonesia dalam Rangkaian RAKERKAB Satu Tahun DPD APKLI Kabupaten Bone Sulawesi Selatan Yang digelar di podium Lapangan Merdeka Watampone,
Kamis 3 Maret 2022.
Dibuka langsung oleh wakil Bupati Bone, Drs. H. Ambo Dalle, MM. Dihadiri perwakilan PKL Asongan Kawasan pelabuhan Bajoe , PKL kawasan pasar Malam eks Pantai kering , PKL kawasan taman Makam Pahlawan, PKL kawasan Watampone green epicentrum, PKL kawasan Eks jln Wajo depan pekuburan Thionghoa Serta PKL lainnya dari berbagai penjuru sudut kota Watampone.
Dalam seminar yang dipandu oleh moderator dari wartawan senior Bone, Bahtiar Parenrengi yang akrab dipanggil "kak Tiar" dengan Narasumber dari berbagai elemen, Rinto Juhirman, Kepala KPP Watampone, Dr. Andi Sugirman,SH, MH Dekan Fakultas ilmu Hukum Syariah, Pembina APKLI Kabupaten Bone.
Rismono Sarlim B.B.Us (mantan Anggota DPRD Bone), Hj. Cheriani H Kaddas, Ketua Umum KADIN Bone.
Wakil Bupati Bone, Drs. H Ambo Dalle, MM menyampaikan Apresiasinya ke APKLI Bone Yang sudah sangat Membantu Pemerintah dalam Pemulihan Ekonomi Rakyat ditengah Wabah Pandemic Covid-19 , buktinya Perekomian Kabupaten Bone sangat Meningkat drastis.
Wakil Bupati Bone dua periode Ini
Memberikan Apresiasinya Atas pemberian sertifikat ke PEMKAB Bone mengatakan, "APKLI Bone luar biasa, pemerintah belum berikan Apa apa tapi APKLI bahkan memberikan sesuatu yang tidak kami duga sebelumnya", tutur H. Ambo Dalle.
Iwan Hammer, Ketua DPD APKLI kabupaten Bone mengatakan, "kami Memberikan penghargaan kepada Pemerintah Daerah dan Semua Pihak Yang mendukung Pelaksanaan kegiatan program Pemulihan Ekonomi Rakyat, dalam bentuk Expo UMKM dan pasar Malam kaki lima Yang digelar Sejak Oktober Tahun 2021 sampai Februari 2022", tuturnya.
Lanjutnya, "Penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi APKLI Bone terhadap semua Pihak Yang Mensupport kegiatan kegiatan Positif APKLI sehingga 875 pelaku UKM , PKL dan pelaku Ekonomi lainnya bisa beraktivitas selama kurang lebih 5 bulan sehingga terjadi Aktivitas kebangkitan Ekonomi Rakyat", ungkapnya.
"APKLI BONE Hanya Minta Ruang bagi Ratusan PKL yang Kini tak berjualan karena PPKM",
pungkas pejuang kaki lima Bone Ini.
Enceng, 35 tahun Salah seorang perwakilan PKL menyampaikan keluhannya di hadapan para Narasumber terkait Bisa tidak menggelar dagangannya kembali setelah digusur Beberapa bulan Lalu di sepanjang jalan Wajo.
Mukhawas Rasyid, SH, MH, Aktivis Rumah Curhat Rakyat menyampaikan saran ke pemerintah untuk segera Merespon keluhan Warga masyarakat pedagang kaki lima dan pelaku Ekonomi lainnya dibuatkan Peraturan Bupati menindak lanjuti lahirnya PERDA PKL yang sudah 2 tahun berjalan, karena Kalau tidak berarti pemerintah ikut menghambat Payung hukum bagi PKL Yang sudah ada, serta mengapresiasi semua pihak yang mensupport kegiatan Positif APKLI
Bone.
**QMH*AHAS**

