KADIS TPHP Bone Tambah Penghasilan Petani Dengan Kampung Holtikultura
jmsi'
luwu'

KADIS TPHP Bone Tambah Penghasilan Petani Dengan Kampung Holtikultura

Jumat, 09 Desember 2022,


BONE.WARTASULSEL.ID- Meningkatkan penghasilan tambahan dari para petani, KADIS Tanaman Pangan,Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone H. A. Asman Sulaiman, S. Sos, MSi memprogram Kampung Holtikultura di tiap Kecamatan yang  lahan persawahan hanya bisa ditanami padi 2 kali setahun karena hanya mengandalkan Air hujan, atau sawah tadah hujan.


Untuk mengoptimalkan penghasil petani sehingga mampu panen 4 kali setahun maka dengan adanya program Kampung Holtikultura, petani diharapkan panen 4 kali setahun, sebagaimana disampaikan KADIS, Andi Asman Sulaiman pada  saat ditemui awak media Wartasulsel di salah satu Warkop di Jalan Sultan Hasanuddin, Kota Watampone,  Kamis, 8 Desember 2022,  bersama Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi SULSEL, H. Syahrir.

"kemajuan pertanian di Bone kedepan yang menyangkut petaninya,  agar pola pikir petani bisa berubah menjadi petani milenial, serta penggunaan pupuk organik  harus di terapkan agar bisa lebih Efektif dan Efisien," tutur Andi Asman Sulaiman.

Lanjut Kadis TPHP Bone mengatakan,  "wilayah pertanian di Bone akan diclaster sesuai kondisi lahan, baik dari struktur tanah, iklimnya sesuai tanaman yang bisa tumbuh subur di daerah kecamatan, jadi tiap kecamatan akan ada Pemetaan tanaman apa yang cocok ditanami sesuai data dari para penyuluh pertanian dari tiap Balai,  sehingga tiap kecamatan sudah bisa ditentukan tanaman yang akan ditanami petani, baik Sayuran maupun hasil perkebunan. Hal inilah yang akan mendorong hasil produksi petani Hortikultura dan perkebunan menjadi komiditi yang bisa mendapatkan hasil yang jauh menguntungkan dengan biaya sangat rendah,"  jelasnya.

"Alhamdulillah, sudah kecamatan yang ke empat ini kita canangkan sebagai Kampung Holtikultura, diharapkan dengan adanya Kampung Holtikultura dan nantinya akan ditambah dengan Perkebunan, tiap kecamatan yang dijadikan kampung Holtikultura dan Perkebunan nantinya akan menanam sayuran dan buah-buahan sesuai kondisi lahan dan iklim yang sesuai dengan tanaman yang akan ditanami, ini bisa menambah penghasilan tambahan para petani, karena dengan mengambil contoh, tanaman sayuran berupa daun daunan yang ditanami satu are bila panen bisa mendapatkan keuntungan dari hasil penjualannya sekitar 1 juta, kalau petani setelah panen padi menanam sayuran di lahannya karena bukan musim hujan, ini bisa menambah penghasilan dari petani dan hama juga bisa dihindari perkembangbiakannya karena tiap jenis tanaman lain juga hamanya, kalau setahun 2 kali panen padi ditambah 2 kali juga panen sayuran atau buah-buahan, maka petani kita bisa sejahtera.

Seharusnya masyarakat Bone jangan  tergantung dari  pasokan sayuran dan buah-buahan dari luar daerah, peluang ini bisa menjadikan Bone menjadi industri olahan di kabupaten Bone," urai kakak kandung Gubernur Sulsel.

"Jangan Bone hanya menjadi penghasil bahan baku, daerah lain yang mengklaim setelah menjadi hasil produksi, kita harus bina petani dari hilir sampai dihulu, setelah kita bantu bibit, dan pupuk, bina cara pengolahan lahan. memelihara tanamannya,  pasca panennya juga harus dibina, lebih lebih pasarnya, petani berminat menanam apabila jelas pasarnya," bebernya.

Pertemuan dengan Wakil Ketua Komisi B DPRD SULSEL, Andi Asman sebut sebagai bentuk sinergitas antara Dinas TPHP dengan Anggota DPRD Provinsi SULSEL dari Komisi B yang menangani pertanian.


Ditempat yang sama, H.Syahrir, Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi SULSEL,  dari  Fraksi Partai  Demokrat Provinsi Sulawesi Selatan, mengatakan, "KADIS TPHP Bone sangat 
paham kultur dan situasi keadaan di Bone jadi kita tinggal memilah kecamatannya sesuai iklim dan kultur tanah yang akan ditanami petani," ujarnya.

Lanjut H.Syahrir,  legislator DPRD Provinsi SULSEL Sangat support dengan adanya program  dari KADIS TPHP  Bone,  "Petta KADIS sangat  paham letak geografis Bone,  kesemua langkahnya sangat tepat untuk mensejahterakan masyarakat Bone," ungkapnya.

"Tahun 2023  ada pengurangan dari pemerintah jatah tanaman dari 93 jenis tanaman menjadi 9 komiditi yang mendapat pupuk kimia subsidi, jadi bagaimana menggenjot masyarakat bisa memakai dan memahami penggunaan  pupuk organik secara efisien dan efektif dan hasil produksi bisa meningkat dan  berkualitas sehingga masyarakat menjadi sehat,"  tutur Wakil Ketua komisi B DPRD  Provinsi SulSel.

 **QMH*AHAS**
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler