Staf Ahli Setda Palopo Hadiri Asistensi Relawan Anti Narkotika, Herman: Aspek Kehidupan
jmsi'
funrun'
dprd
dprd
hjs

Staf Ahli Setda Palopo Hadiri Asistensi Relawan Anti Narkotika, Herman: Aspek Kehidupan

Minggu, 15 Juni 2025,


PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Staf Ahli Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Setda Kota Palopo, Syamsul Alam, S.IP.,M.SI, Mewakili Pj. Walikota Palopo menghadiri Asistensi Relawan Antinarkotika dalam rangka Komunikasi, Informasi dan Edukasi Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan, di Solata Cafe, Senin 26 Mei 2025 

Kepala BNN Kota Palopo, AKBP Herman, S.Pd., M.H, mengatakan, bahwa kegiatan asistensi relawan anti narkotika dalam rangka Komunikasi, Informasi dan Edukasi Sumber Daya Pembangunan Desa/Kelurahan merupakan upaya peningkatan Kompetensi, Integritas dan Kapasitas Relawan Anti Narkoba, diharapkan dapat mendukung BNN dalam menyebarluaskan informasi bahaya narkoba. 

"Kami menetapkan Kelurahan Salotelue sebagai kelurahan Bersinar (Bersih dari Narkoba). Prevalensi penyalahgunaan Narkotika sebesar 1,73% atau sekitar 3,3 juta orang yang menggunakan Narkotika untuk seluruh warga Indonesia. Banyaknya korban jiwa dan kehancuran yang ditimbulkan oleh narkotika dari berbagai aspek kehidupan membuat permasalahan narkotika menjadi perhatian dan penanganan yang serius tidak hanya oleh BNN, tapi juga seluruh komponen bangsa,"  ujar Herman.

Untuk itu, BNN Kota Palopo, membentuk relawan anti narkotika di beberapa lingkungan termasuk lingkungan masyarakat untuk mengurangi penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kehadiran Relawan anti narkoba diharapkan menjadi agen perubahan dan mendorong partisipasi aktif dari seluruh komponen bangsa dalam upaya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. 

"Hal ini juga diharapkan meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penyalahgunaan,"  jelasnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Setda Kota Palopo, Syamsul Alam, sekaligus membuka kegiatan secara resmi, mengatakan, bahwa hari ini kita akan mendapat pembekalan yang akan menambah pengetahuan tentang bagaimana seluk beluk narkoba. 

"Nantinya kita dapat mengedukasi masyarakat supaya sadar bagaimana bahaya akan narkoba. Melalui kesempatan ini ada 4 hal yang akan disampaikan sebagai agen perubahan,"  ujar Syamsul.

Disebutkannya, yang pertama, seorang agen perubahan harus punya kemauan. Kemauan didasarkan pada kesadaran bahwa kita bersama - sama pemerintah berjuang dalam upaya mengurangi narkoba. 

"kedua seorang agen perubahan harus mempunyai kemampuan. Hari inilah kita akan dibekali kemampuan bagaimana mengetahui bahaya narkoba dari sisi kesehatan, apa yang harus dilakukan, teknik komunikasi, bagaimana kita menyebarkan informasi kepada masyaraka,"  cetusnya.

ketiga seorang agen perubahan harus peduli. Percuma kita punya kemampuan, tapi tidak pernah peduli dengan sekitar kita. 

"Yang terakhir, seorang agen perubahan haru menjadi teladan. Sebagai teladan, kita harus memiliki pola hidup yang bersih dari narkoba,"  pungkas Alam.

*QMH. Andi Polyogama Anthon. Kmf*

TerPopuler