PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu, kembali menyerukan pembentukan Provinsi Luwu Raya, untuk berpisah dengan Provinsi Sulsel (Sulawesi Selatan). Senin, 12 Januari, 2026 di Kelurahan To' Bulung, Kecamatan Bara, Kota Palopo.
Para orator silih berganti mengumandangkan seruan Provinsi Luwu Raya agar segera direalisasikan, ini sudah dicanangkan sejak lebih 50 tahun silam. Di mana Presiden RI, Soekarno yang dikenal dengan sapaan Bung Karno, yang juga sebagai bapak Proklamator, telah berjanji memberikan hak istimewa bagi Tana Luwu, kepada Datu Luwu, Andi Djemma.
Dalam aksi Mahasiswa yang tergabung dalam APMTL (Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu), untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya, digelar di jalan poros Trans Sulawesi, depan Kantor DPRD Kota Palopo, mengakibatkan kemacetan hingga kurang lebih 5 KM.
Di lokasi aksi pembentukan Provinsi Luwu Raya, selain mahasiswa, nampak Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis, bersama Wakil Ketua I, Harisal Latief, dan sejumlah anggota DPRD lainnya turun di jalan dan turut bergabung dengan para aliansi.
Dan menariknya, di atas mobil tronton, Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis, juga menyatakan sikap dengan lantang, bahwa mendukung aksi dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Tana Luwu, di mana untuk mendesak Pemerintah Pusat, menjadikan Tana Luwu sebagai Provinsi Luwu Raya.
Darwis, mengatakan, bahwa Provinsi Luwu Raya merupakan keinginan Wija To Luwu. Provinsi Luwu Raya merupakan impian yang telah lama dinantikan masyarakat Luwu Raya.
"Untuk itu, kami atas nama lembaga DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Palopo dan Wija To Luwu mendukung penuh perjuangan ini," ujarnya.
Diungkapkannya, bahwa kita tidak di sini bersama dengan masyarakat Tana Luwu, kami tidak meminta ke presiden, tapi menagih janji Presiden Soekarno.
"Di mana Presiden Soekarno, telah berjanji kepada kita, bahwa dengan bergabungnya Tana Luwu, akan diberikan hak istimewa. Itu yang kita minta hingga saat ini," ungkapnya.
Dan perlu saya tegaskan, lantang Darwis, bahwa ini bukan tendensi politik, ini lahir dari hati nurani Wija To LuwuLuwu.
"Dalam hati kami, dalam darah kami mengalir darah Luwu dan ini adalah yang kami inginkan bahwa Tana Luwu menjadi Provinsi Luwu Raya," tegas Darwis, sembari memberikan dukungan moril kepada mahasiswa yang tergabung dalam APMTL, serta akan mengawal perjuangan bersama untuk Provinsi Luwu Raya.
Dikabarkan, selain di Kota Palopo, aksi pembentukan Provinsi Luwu Raya, juga berlangsung di Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu.
*QMH. Yoga.**
