PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Sektor pertanian Kota Palopo mencatat kemajuan signifikan dalam kurun waktu MT Asep 2025 saat wanana PPL akan ditarik ke pusat mulai 1 Januari 2026 di bawah komando Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI.
Dalam kurun waktu itu, PPL sudah melaksanakan program-program pemerintah di bawah komando mentan yaitu percepatan LTT (Luas Tambah Tanam), Opla (optimasi lahan) dan sosialisasi HET pupuk subsidi turun 20 % bagi petani serta serap harga panen gabah dengan harga 6.500/ Kg dan Jagung 5.500/ kg.
Program tersebut, mengacu pada Instruksi presiden RI sebagai program strategis percepatan swasembada pangan nasional.
Dengan capaian target produksi beras nasional menjadikan Swasembada Pangan Nasional 2026 tercapai dan sekaligus Syukuran dan diumumkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, lewat zoom hibrid serentak secara nasional, tepatnya hari ini, rabu 7 januari 2026.
Sementara itu, Kepala BPP Wara Barat Palindungan Tandigau, S.T.P.,M.Si, yang akrab disapa Bung Whowo, di kesempatan yang sama menggelar kegiatan yakni, Syukuran Menuju Swasembada Pangan Indonesia, yang dihadiri Camat Wara Barat, Kepala BPP Wara Utara, para lurah se Kecamatan Wara Barat dan Wara Utara, Bhabinkhantibmas, Poktan serta PPL Wara Barat dan Wara Utara dan para pemangku kepentingan, khusus sektor pertanian.
Bung Whowo, menjelaskan, bahwa acara syukuran ini, sebagai bentuk apresiasi atas tercapainya swasembada pangan nasional dan ditariknya PPL ke pusat mulai 1 Januari 2026.
"Pengumuman swasembada pangan nasional ini, bukan sekedar seremonial, tetapi bukti nyata PPL dan Kementan sinergi bekerja keras dan tidak mengenal tanggal merah," jelasnya.
Selain itu, PPL harus semangat sebagai garda terdepan pendampingan petani mengawal untuk kesejahteraan petani, mengabdi bagi bangsa tercinta ini.
"Penyuluh Pertanian Transformers harus dituntut lebih giat dan meningkatkan kapasitasnya, seiring dengan kemajuan digitalisasi pertanian menjadi PPL Eksponensial, Pertanian Moderen dan Petani Sejahtera," pungkas Bung Whowo, sembari mempertegas ucapan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman.
*QMH. Yoga.**
