PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Wija To Luwu Bersatu, dalam bingkai NKRI. Gerakan Sejuta Spanduk adalah pernyataan sikap kolektif Wija To Luwu untuk memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu Raya secara damai, konstitusional, dan bermartabat.
Berakar dari sejarah, Kedatuan Luwu di Palopo dan kebutuhan riil pembangunan wilayah timur Sulawesi Selatan, perjuangan ini bukan ambisi kekuasaan, melainkan tuntutan keadilan dan percepatan kesejahteraan. Ini gerakan rasional. Ini gerakan historis. Ini gerakan pembangunan.
Terkait gerakan itu, dr. Andi Fadly Kisra, Opu To Saddawero, mengatakan, bahwa dengan gerakan sejuta spanduk ini untuk memperjuangkan hak konstitusional dalam bingkai NKRI, serta komitmen nyata masyarakat untuk pembentukan Provinsi Luwu Raya.
"Luwu Raya layak, sebab identitas sejarah dan budaya yang kuat, wilayah dan potensi yang memadai, kebutuhan strategis memperpendek rentang kendali pemerintahan, dukungan sosial yang nyata dan terus tumbuh. Sejuta spanduk adalah simbol kesiapan, simbol persatuan serta
simbol tekad bersama," ujarnya. Senin, 16 Februari 2026.
Pasca aksi demo beberapa hari lalu di 3 kabupaten, 1 kota dalam tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah berlangsung, Fadly, menegaskan, bahwa tuntutan itu tidak berakhir, di mana melalui Gerakan sejuta spanduk Provinsi Luwu Raya terus berjalan secara masif, hingga saat ini.
"Alhamdulillah sudah ada 200 titik spanduk yang terpasang dan ditempatkan di rumah warga. Gerakan ini murni untuk kepentingan masyarakat dalam satu tujuan Provinsi Luwu Raya," cetusnya.
Dan tak luput pula, melalui gerakan sejuta spanduk ini, kami ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat yang telah meluangkan hingga berpartisipasi dalam satu gerakan, sehingga spanduk yang bertuliskan "Menagih Janji Negara-Provinsi Luwu Raya" terus berkumandang, di Tanah Luwu, khususnya di Kota Palopo.
"Kami akan terus berjuang untuk kepentingan bersama, bukan untuk kepentingan pribadi. Tulisan gerakan sejuta spanduk ini, akan terpasang dan terus mengalir di rumah-rumah warga, sebagai bentuk pernyataan sikap, bahwa masyarakat Palopo, dan masyarakat Tana Luwu, menginginkan Provinsi Luwu Raya," pungkas Fadly.
Dalam momentum bulan suci Ramadhan, gerakan sejuta spanduk Menagih Janji Negara-Provinsi Luwu Raya, akan terus digalakkan.
*QMH. Yoga*