PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo melaksanakan peringatan Hari Jadi ke-24 Kota Palopo, yang dihadiri langsung Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, didampingi Ketua TP-PKK Provinsi Sulawesi Selatan, Naoemi Octarina. Jum'at kemarin, 10 April 2026, di lapangan Pancasila Kota Palopo, Sulsel.
Selain itu, juga hadir Yang Mulia (YM) Datuk Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H, Opu to Bau, beserta Permaisuri.
Kemudian bupati dan wali kota se-Sulawesi Selatan atau yang mewakili, Wali Kota Palopo, Naili Trisal, Wakil Wali Kota, Akhmad Syarifuddin Daud, Ketua DPRD Darwis, Wakil Ketua I dan II serta anggota DPRD Kota Palopo, Pj Sekda, Zulkifli.
Lalu, Ketua SMSI Palopo, Ketua dharmawanita persatuan Kota Palopo, para pimpinan partai politik, para pejabat tinggi pratama lingkup Pemerintah Sulawesi Selatan, para pimpinan instansi vertikal, rektor perguruan tinggi, pimpinan BUMN, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh wanita dan tokoh pemuda, camat dan lurah se Kota Palopo, serta undangan lainnya.
Di hari jadi Kota Palopo, Ketua DPRD, Darwis, membacakan sejarah singkat terbentuknya Kota Palopo, bahwa dengan tema "Sinergi Baru, Palopo Maju" bukan sekadar slogan seremonial, melainkan sebuah pesan yang bermakna. Di era yang selalu cepat berubah, tidak ada lagi pembangunan yang bisa berjalan sendiri-sendiri.
Tidak ada lagi keberhasilan yang dicapai oleh satu pihak saja. Pembangunan membutuhkan sinergi. Tema ini sebagai komitmen, untuk membuka babak baru kolaborasi pembangunan di Kota Palopo. Kami menyadari sepenuhnya bahwa kemajuan sebuah kota, hanya mungkin terwujud, ketika seluruh energi masyarakat bergerak dalam arah yang sama.
Usai membaca sejarah singkat terbentuknya Kota Palopo, Naili Trisal, menyatakan bahwa Kota Palopo terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan.
"Dari sisi ekonomi, aktivitas perdagangan, jasa, dan sektor usaha masyarakat terus tumbuh, dan menjadi tulang punggung ekonomi kota," ujarnya.
Angka pertumbuhan ekonomi palopo yang mencapai 4,59 persen, menunjukkan kinerja yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini berdampak bagi peningkatan pendapatan per kapita, dan daya beli masyarakat.
"Nilai ini tentu bukan sekadar angka. Di baliknya, ada kerja keras para pedagang di pasar, para pelaku UMKM, para pekerja jasa kreatif, para petani, nelayan, serta seluruh masyarakat yang setiap hari menggerakkan roda ekonomi kota ini," cetusnya.
Di bidang pelayanan publik, kita terus berupaya menghadirkan pemerintahan yang lebih responsif, transparan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Digitalisasi pelayanan, penyederhanaan birokrasi dan perampingan perangkat daerah, serta penguatan integritas aparatur utamanya pada layanan publik, perizinan dan tata kelola keuangan.
"Inilah komitmen dalam mewujudkan Palopo baru. Ikhtiar bersama untuk berbenah diri, mengoreksi dan menyempurnakan yang kurang baik, menghentikan praktek kebijakan yang salah, dan sekaligus melakukan inovasi, dengan mendorong terobosan baru dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan," ungkapnya.
Di bidang pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia), perhatian terhadap pendidikan, kesehatan, dan pembinaan generasi muda terus menjadi prioritas.
"Kita meyakini bahwa kota yang maju, bukan hanya kota yang infrastrukturnya tumbuh, tetapi kota yang manusianya berkembang," jelasnya.
Tema "Sinergi Baru, Palopo Maju" sebagai semangat kerja bersama. Mari kita satukan langkah. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. DPRD tidak bisa bekerja sendiri. Dunia usaha tidak bisa bergerak sendiri. Masyarakat juga tidak bisa berdiri sendiri.
"Tetapi ketika kita bergerak bersama, ketika kita saling menguatkan, ketika kita menyatukan niat dan energi untuk membangun kota ini, maka tidak ada yang tidak mungkin bagi masa depan Kota Palopo," pungkas Naili.
Dengan kearifan lokal yang kaya, dengan sinergi yang semakin kuat, dan dengan kerja keras yang tidak pernah berhenti, insyaallah, Kota Palopo akan terus melangkah maju.
*QMH. Yoga. Hms*