BONE-WARTASULSEL.Id. Kerukunan Keluarga Wija Arumpone ( KKWA ) dibawah arahan Ketua Dewan Pimpinan Pusat, Andi Bau Zaldi Mappayukki sukses melaksanakan Haul ke- 58 ( 28 April 1967 - 18 April 2026 ) H. Andi Mappayukki Sultan Ibrahim, Arumpone ke XXXII dan
XXXIV dengan penuh khitmad dengan suasana jalinan kekeluargaan yang begitu erat dalam momentum HJB ke 696, digelar di Saoraja Andi Mappanyukki ( istana kerajaan Bone pada saat A. Mappayukki Raja Bone ke XXXII ) sekarang difungsikan Pemerintah Bone sebagai Museum Lapawawoi, di Jalan MH. Thamrin pusat Kota Watampone, Sabtu malam, 4 April 2026.
Hadir Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S. Sos, MM bersama Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM didampingi Wakil Ketua TP PKK Bone, Maya Damayanti A. Akmal, Unsur Forkompimda Bone, Anggota DPRD Bone, serta cucu dan cicit H. Andi Mappayukki diantaranya Mayor Jenderal Purn. Andi Bau Muhammad Bau Sawe Mappayukki, Andi Bau Zaldi Mappayukki bersama istri, Datu Suppa, Datu Toeng ,A. Bau Jenny Parenrengi, A. Bau Dillah, permainsuri Datu Luwu ke 37 dan Datu Luwu ke 39, A. Bau Ismail, A. Bau Gaga, A. Baso Parenrengi, cucu A. Pangeran Petta Rani, serta cucu Sombaiya Gowa, A. Ijo dan Andi Mappamadeng Rukka, cucu La Mappabengnga Arung Amali ( Mantan Bupati Barru ).
Ketua Panitia Haul, Andi Irfandi Poke, ST, MH menyampaikan laporannya mengatakan bahwa terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Bone atas terlaksananya acara ini dengan sukses, demikian pula para penyumbang, serta seluruh panitia.
"Haul ini dilaksanakan dalam rangka mendoakan arwah puatta H. Andi Mappanyukki dan mengenang jasa jasanya sebagai Pahlawan Nasional dari Kabupaten Bone," jelas Ketua Panitia.
Mewakili Keluarga besar H. Andi Mappayukki, Andi Bau Muhammad memaparkan silsilah dan sejarah Andi Mappayukki yang penuh patriotisme dan Nasionalisme dalam memimpin kerajaan Bone pada masanya sehingga Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional.
Andi Bau Muhammad juga sempat menyinggung sejarah Masjid Raya Watampone yang dibangun dan diresmikan Andi Mappayukki tahun 1940, "sebelum ke sini, saya sholat magrib dan isya di Masjid Raya Watampone, terbayang wajah beliau yang pernah sholat, mengatur strategi, politik, ekonomi, budaya dan keamanan," ujar Ketua Hanura Sulsel.
"Sosok Andi Mappayukki adalah pemimpin dan pejuang, umur 16 tahun sudah diangkat sebagai Datu Suppa dan Panglima perang kerajaan Gowa, tidak gentar dan mundur melawan Belanda serta tidak mau rakyatnya menjadi korban sehingga beliau pernah diasingkan Belanda ke Selayar, tapi tetap berjuang," jelas Ketua Pepabri Sulsel.
Tambahnya, salah satu bentuk perjuangan beliau, "arajangnge dikembalikan Belanda di Bone karena Andi Mappanyukki tidak mau jadi Raja Bone kalau Belanda tidak kembalikan Arajangnge," jelas Andi Bau Muhammad.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman sangat bersyukur dan mengapresiasi Pengurus KKWA dan panitia atas terlaksananya Haul H. Andi Mappayukki, Semoga tahun depan kita laksanakan lagi Haul Puatta dengan lebih banyak yang hadir," ucapnya.
Lanjut Bupati, "kami juga harapkan masukan dan dukungan KKWA untuk mengembangkan kebudayaan di Bone, jangan hanya infrastuktur saja yang dibangun, kebudayaan perlu dilestarikan," harap Andi Asman Sulaiman.*QMH* AHAS*