BONE-WARTASULSEL.Id. Setelah viral dan hangat di medsos pembahasan terkait pengumuman pembatalan event Bone Fun Run 2026 yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 April 2026, Komunitas lari Lapatau Runners menggelar Konferensi pers di salah satu kafe di jalan Sukawati, Kota Watampone, Ahad, 12 April 2026.
Pembatalan kegiatan Bone Fun Run 2026 menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya para peserta yang telah mendaftar. Menyikapi hal tersebut, panitia pelaksana mengajak Pemerintah Daerah Bone untuk duduk bersama guna mencari solusi terbaik.
Pihak panitia menegaskan bahwa penyampaian ini bukan atas nama pribadi, melainkan murni untuk kepentingan bersama, terutama demi memberikan kejelasan kepada para peserta yang telah teregistrasi.
“Harapan kami, ada ruang untuk duduk bersama agar bisa ditemukan solusi yang baik, sekaligus menjawab keresahan peserta yang telah mendaftar,” ucap Hamka perwakilan panitia.
Dalam kesempatan tersebut, panitia membeberkan sejumlah fakta di balik batalnya ajang yang sempat menarik minat runners. Sekaligus menyampaikan bahwa Lapatau sudah 5 kali melaksanakan event yang sama dan selalu sukses dengan peserta runner sebanyak 3000 lebih.
Ira Mayya sebagai Panitia Bone Fun Run juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan inisiasi Pemerintah Kabupaten Bone yang menggandeng Lapatau Runners sebagai event organizer.
Event ini awalnya dirancang menjadi ajang lari berskala besar dengan partisipasi tidak hanya dari masyarakat Bone, tetapi juga dari berbagai daerah di luar wilayah Bone dalam rangka menyambut Hari Jadi Bone (HJB) 2026.
“Sebanyak 5.200 medali sudah tiba di Bone. Antusiasme peserta juga cukup tinggi, tidak hanya dari lokal, tetapi juga dari luar daerah,” ungkap Ira.
Namun, rencana besar itu harus kandas sebelum terlaksana. Ira menegaskan, pihaknya berharap masih ada ruang komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Bone untuk mencari solusi terbaik atas persoalan ini.
“Kami berharap bisa duduk bersama dengan Pemkab Bone agar persoalan ini dapat diselesaikan secara baik,” tambahnya.
Panitia lainnya, Isra, mengungkapkan bahwa seluruh medali yang disiapkan panitia dipesan khusus dari Cina.
Dari sisi peserta, tercatat sebanyak 585 orang telah mendaftar dengan total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp107 juta.
Meski demikian, di balik pembatalan ini, pihak event organizer mengaku mengalami kerugian yang tidak sedikit.
“Sebagai penyelenggara, kami sudah mengeluarkan anggaran kurang lebih dari Rp200 juta. Ini tentu menjadi kerugian besar bagi kami,” jelas Isra.
Dengan adanya ajakan dialog ini, panitia berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mencari jalan keluar terbaik, tanpa mengedepankan kepentingan tertentu.
Panitia juga menegaskan komitmennya untuk tetap terbuka dalam komunikasi serta mengutamakan penyelesaian yang adil bagi semua pihak, khususnya para runners yang telah mendaftar sebagai peserta. *QMH*AHAS*