LUWU. WARTA SULSEL. ID - Pemerintah Kabupaten (Pemda) Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) terus mendorong peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Jaga Masa Depan Desa. Salah satu implementasinya diwujudkan melalui pembukaan Akademi MATAPPA oleh Bupati Luwu.
Program yang dijalankan bersama Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu ini dibuka untuk 90 peserta dari wilayah operasional MDA yang akan mendapatkan pelatihan serta sertifikasi kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Pada pelaksanaan tahun ini, peserta akan mengikuti pelatihan pada lima bidang
kompetensi, yakni Otomotif, Teknisi AC, Listrik Industri, Room Service, dan Tata Boga.
Selain mendapatkan pelatihan berbasis kompetensi, peserta juga dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bekal untuk meningkatkan daya saing dan peluang kerja di masa depan.
Program ini merupakan bagian dari upaya bersama yang lahir melalui Forum Desa
(FORDES) Matappa, wadah kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan
MDA dalam merumuskan program pembangunan berdasarkan kebutuhan
masyarakat desa.
Melalui FORDES Matappa, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi salah satu prioritas yang kemudian diwujudkan melalui program pelatihan, sertifikasi, pengembangan kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bupati Luwu, H. Patahudding, S.Ag, mengatakan, bahwa pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusianya. Kita ingin masyarakat Kabupaten Luwu memiliki kemampuan dan daya saing yang semakin baik.
"Karena itu, pelatihan dan sertifikasi seperti yang diberikan melalui Akademi MATAPPA menjadi penting, agar generasi muda kita memiliki bekal yang cukup untuk memanfaatkan berbagai peluang kerja yang tersedia," ujarnya. Selasa, 9 Juni 2026.
Ditambahkannya, dengan keterampilan yang baik, masyarakat tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya.
"Kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat merupakan langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah," imbuh Patahudding.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Luwu, H. Sofyan Thamrin, S.T., M.M.,MSP, mengungkapkan, bahwa kompetensi dan sertifikasi menjadi modal penting bagi masyarakat, untuk bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif.
"Industri membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang terukur. Melalui
Akademi MATAPPA, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan, tetapi juga
kesempatan memperoleh sertifikasi yang diakui secara nasional. Ini menjadi nilai
tambah yang sangat penting ketika mereka memasuki dunia kerja," ungkap Sofyan Thamrin.
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan, Akademi MATAPPA merupakan bagian dari Program Jaga Masa Depan Desa yang dijalankan bersama FORDES sebagai upaya memperkuat kemandirian masyarakat. Melalui Jaga Masa Depan Desa, kami ingin membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang.
"Sebagiannya melalui pelatihan dan sertifikasi agar siap memasuki dunia kerja, dan sebagian lainnya melalui penguatan UMKM agar masyarakat memiliki kesempatan membangun usaha yang mandiri dan berkelanjutan," jelas Mustafa.
Pembangunan desa tidak hanya berbicara tentang infrastruktur, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk tumbuh bersama perubahan dan peluang yang hadir di daerahnya.
"Akademi MATAPPA menjadi salah satu langkah nyata untuk menyiapkan masyarakat yang lebih siap menghadapi masa depan. Harapannya, semakin banyak putra-putri daerah yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kepercayaan diri untuk mengambil peluang yang ada, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha," pungkas Ibrahim.
Program Jaga Masa Depan Desa merupakan salah satu dari tiga pilar utama Program
Jaga Desa yang dijalankan melalui FORDES. Selain berfokus pada peningkatan
kompetensi masyarakat melalui pelatihan dan sertifikasi, program ini juga mendorong
pengembangan kewirausahaan, penguatan UMKM, serta berbagai inisiatif yang
bertujuan menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Luwu, FORDES, dan MDA, program ini
diharapkan mampu melahirkan lebih banyak tenaga kerja terampil sekaligus memperkuat pelaku usaha lokal, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk meningkatkan kesejahteraan dan membangun masa depan yang lebih baik.
*QMH. Yoga. Hms*