BONE-WARTASULSEL.Id Pegelaran akbar kebudayaan yang merupakan program agenda tahunan Balai Besar Pelestarian Kebudayaan Sulsel dalam kemasan Gau Maraja yang telah dilaksanakan selama 6 tahun, tahun pertama sampai ketiga di Makassar, baru ke Barru, Soppeng dan Maros. tahun ke 7 diamanahkan ke Pemerintah Kabupaten Bone sebagai tuan rumah.
Perhelatan Gau Maraja 2026 di Kabupaten Bone dijadwalkan berlangsung pada tanggal 25 sampai 30 September 2026, menghadirkan berbagai atraksi budaya, pameran, pertunjukan seni, hingga ruang kolaborasi yang diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya yang umumnya berlangsung dua hingga tiga hari, Gau Maraja di Bone akan digelar selama sepekan dengan beragam kegiatan budaya yang tersebar di sembilan titik venue, ada 6 titik di Kota Watampone dan 3 titik di 3 kecamatan luar Kota.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, Hj. A. Murni AL, SE, M.Hum, sebagai Ketua Panitia Gau Maraja mengungkapkan dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Mess Guru ( salah satu yang telah ditetapkan situs cagar budaya ) di Jalan Makmur, Kota Watampone Rabu 22 Juli 2026 menjelaskan bahwa persiapan terus dimatangkan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk kurator yang merupakan putra daerah Kabupaten Bone.
“Kami melibatkan kurator asal Bone agar nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi ruh utama dalam setiap rangkaian kegiatan Gau Maraja,” ucap Hj. Andi Murni.
Kadis Kebudayaan Kabupaten Bone menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan milik seluruh masyarakat Bone sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak.
"Ini adalah kegiatan milik kita bersama. Kesuksesan Gau Maraja menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, bukan hanya panitia," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Gau Maraja dari Balai Pelestarian Kebudayaan, Andi Irfan Syam, menjelaskan bahwa tahun ini Bone dipercaya menjadi tuan rumah Gau Maraja VII dengan mengusung tema "Simfoni Lumbung Merayakan Budaya dan pangan."
Kabupaten Bone dipercaya menjadi tuan rumah Gau Maraja pada penyelenggaraan tahun ketujuh. Kepercayaan tersebut menjadi pengakuan atas kuatnya identitas budaya Bone yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan Bugis.
Menurutnya, pelaksanaan selama enam hari merupakan upaya menghadirkan ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk menikmati berbagai atraksi budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan warisan budaya Bone.
"Kami ingin membangun konektivitas antar venue yang tersebar di Kabupaten Bone sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat mengapresiasi kegiatan ini. Semua pemangku kepentingan diharapkan bersatu padu dalam semangat kebersamaan untuk menyukseskan Gau Maraja," jelas A. Irfan Syam.
Ia menambahkan, Gau Maraja diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya Bone, sekaligus mendorong pemanfaatan dan pelestarian situs-situs budaya yang dimiliki daerah Bone. Melalui konsep Lumbung Simfoni, seluruh pihak diajak berkolaborasi dalam merayakan dan melestarikan kebudayaan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Andi Tenriawaru, SP, MSi, membacakan sambutan Bupati Bone mengatakan bahwa Gau Maraja bukan sekadar seremoni budaya, melainkan momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Bupati Bone mengajak seluruh masyarakat Bone untuk bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik serta menunjukkan citra positif Kabupaten Bone kepada para tamu yang akan hadir.
"Gau Maraja adalah event bersama. Kehadirannya menjadi upaya menjaga warisan budaya melalui kemasan yang menarik, inklusif, dan kolaboratif sehingga dapat dinikmati semua kalangan,” baca Pj. Sekda Bone.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui dokumentasi, tetapi harus dihidupkan melalui berbagai kegiatan yang mampu menarik minat generasi muda sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bone kepada masyarakat luas.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Tenri juga mengajak insan pers menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bone dalam menyebarluaskan informasi mengenai Gau Maraja.
"Peran media sangat penting untuk menyampaikan semangat kebersamaan dan mempromosikan potensi budaya Bone. Mari kita sukseskan Gau Maraja sebagai simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Bone," ajaknya.
Ir. H. Andi Promal Pawi, Kadis Perindustrian Kabupaten Bone hadir sebagai Ketua Komunitas Pencinta Benda Pusaka yang tergabung dalam Lembaga Lamakkawa mengungkapkan bahwa pameran akan menghadirkan berbagai koleksi pusaka bernilai sejarah tinggi, termasuk salah satu pusaka bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Kami akan menghadirkan pameran pusaka dengan koleksi yang sangat istimewa, salah satunya pusaka Presiden RI, Prabowo Subianto dan Menteri Kebudayaan. Ini tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat dan para pecinta sejarah,” ujarnya.
Dengan konsep yang lebih besar, kolaboratif, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, Gau Maraja 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan budaya semata, tetapi juga menjadi momentum memperkuat identitas Bone sebagai pusat peradaban Bugis, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Disesi tanggapan, Andi Irfandi Poke, ST, MH, Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bone menjawab pertanyaan awak media mengatakan bahwa dalam pagelaran tahun ini, akan menghadirkan penggiat budaya bukan hanya dari Sulsel, namun sampai mancanegara. Akan hadir juga pakar budaya dari Australia, Inggris, Jepan dan Malaysia. *QMH*AHAS*