4 Lembaga Iktiar untuk Merawat Kepedulian di NTT, Haerul: Hadir dan Bergerak, Dicky: Kita Salurkan
jmsi'
dandim'
sulselbar'
ganra'
man'
kbihu'
kbihu2'
annaila'
baselo'
baselo'

4 Lembaga Iktiar untuk Merawat Kepedulian di NTT, Haerul: Hadir dan Bergerak, Dicky: Kita Salurkan

Sabtu, 22 Agustus 2026,


PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Gempa bumi utama berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), terjadi pada hari Sabtu lalu 15 Agustus 2026, mengakibatkan bangunan rumah warga porak-poranda, dan rusak parah hingga menimbulkan korban jiwa.

Dari berbagai platform media dikabarkan hingga Jumat, 21 Agustus 2026, sekira pukul 11 WIB tercatat 1. 050 orang menjadi korban gempa. 83 orang meninggal dunia, 328 orang luka berat, dan 639 luka ringan.

Pernyataan tersebut dikatakan oleh Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Mayjen TNI (Mar) Edy Prakoso, pada awak media. 

Setelah gempa utama tersebut, wilayah NTT terus diguncang oleh ribuan aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) yang masih berlangsung hingga saat ini.

Terkait hal tersebut, Haerul Muhammad, Ketua Hambastem (Himpunan Mahasiswa Basse Sangtempe), mengatakan, bahwa kehadiran kami di jalan untuk menggelar aksi penggalangan dana, dan ini bukan sekadar tentang mengumpulkan donasi, melainkan ikhtiar untuk merawat kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. 

"Kita mungkin tidak mampu mengembalikan seluruh yang telah hilang, tetapi kita selalu punya ruang untuk mengambil bagian dalam meringankan beban saudara-saudara kita di NTT," ujar Haerul. Jum'at malam, 21 Agustus 2026, di tengah aksi kemanusiaan.

Ketidakmampuan untuk membantu, semuanya bukan alasan untuk tidak membantu siapa pun. Karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pengguna jalan, relawan, dan semua pihak yang telah menyisihkan sebagian rezekinya serta memberikan dukungan dalam aksi ini. 

"Setiap bantuan, sekecil apa pun, adalah bentuk kepedulian yang sangat berarti. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi bagian kecil dari harapan bagi saudara-saudara kita di NTT, sebab ketika kemanusiaan memanggil, yang seharusnya kita lakukan adalah hadir dan bergerak," ungkapnya.

Dalam aksi kemanusiaan ini, kami juga melibatkan rekan-rekan dari 4 (empat) perwakilan lembaga, di antaranya Artevak Sawerigading, Celebes Volunteer Forum, GMKI Cabang Palopo, dan Lembaga Himpunan mahasiswa Basse sangtempe, itu sendiri.

"Malam ini ada tiga titik lokasi aksi, pertama di Traffic light jalan ambe nona, Jalan Binturu, dan traffic light lapangan gaspa," pungkasnya.

Sementara itu, Dicky, Ketua Umum Cevorum Palopo, mengungkapkan, bahwa 
penggalangan dana akan akan dilaksanakan paling lama 3-5 hari ke depan dan akan dievaluasi. 

"Jika dana sudah memadai untuk kita salurkan, maka tim kami akan menghubungi beberapa kordinator pengungsian yang saat ini berada di lokasi. Alhamdulillah, itu sudah terkoneksi," ungkap Dicky.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Agustus 2026, jumlah rumah warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi tercatat mencapai 36.163 unit rumah, dan proses pendataan yang terus diperbarui.

QMH. Yoga.

TerPopuler