BONE-WARTSULSEL.Id. Dari tanah kelahirannya di Bakungnge, Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre Kabupaten Bone, Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, MP ( AAS ) menyampaikan ke awak media bahwa Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi tantangan iklim elnino. Bukan hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga dengan memperkuat infrastruktur pertanian, cadangan pangan, serta memastikan air tetap tersedia bagi petani. Hal tersebut dipaparkan usai mengikuti kegiatan jalan santai dan senam bersama dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dilapangan Bakungnge, Ahad 9 Agustus 2026.
Menteri Pertanian menilai faktor terpenting dalam menghadapi potensi gangguan produksi akibat El Niño adalah kondisi stok pangan nasional yang saat ini disebut berada pada posisi sangat kuat.
AAS menyebut stok beras yang tersedia saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, yang menurutnya merupakan angka tertinggi sepanjang sejarah.
“Yang terpenting adalah stok beras nasional yang ada sekarang itu 5,2 juta ton, dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” tegasnya.
Tak hanya stok beras yang tersedia, pemerintah juga memperhitungkan produksi yang masih berada di lahan atau standing crop. Amran menyebut jumlah standing crop saat ini mencapai kurang lebih 10 juta ton.
Standing crop merupakan tanaman padi yang masih berada di lahan dan belum seluruhnya dipanen. Dengan demikian, produksi tersebut masih akan menambah pasokan beras dalam beberapa waktu mendatang.
“Standing crop kita itu kurang lebih 10 juta ton. Artinya yang ada tanaman sekarang ini, itu akan dipanen nanti,” jelasnya.
Selain stok pemerintah dan hasil panen yang masih berada di lahan, pemerintah juga memperhitungkan persediaan beras yang berada di rumah tangga serta sektor Horeka, yakni hotel, restoran, dan kafe.
Menurut A. Amran, jumlah beras yang berada pada rumah tangga dan sektor Horeka diperkirakan mencapai sekitar 10 hingga 12 juta ton.
Dengan memperhitungkan seluruh komponen tersebut, Amran memperkirakan total ketersediaan beras nasional berada di kisaran 26 juta ton.
“Artinya totalnya 25, 27, katakanlah 26 juta ton beras,” ujarnya.
Sementara itu, kebutuhan konsumsi beras nasional disebut berada di kisaran 2,6 juta ton per bulan. Dengan ketersediaan sekitar 26 juta ton, Amran mengatakan stok tersebut secara matematis mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan.
“Kalau 26 juta ton berarti cukup untuk 10 bulan,” paparnya.
Mentan kemudian menggambarkan perhitungan tersebut dengan melihat posisi waktu saat ini. Dari Agustus, stok diproyeksikan masih mencukupi hingga September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, bahkan Mei.
Kondisi tersebut semakin diperkuat dengan adanya proyeksi panen puncak pada sekitar Maret mendatang.
“Bulan tiga panen puncak lagi, artinya jauh sangat aman. Ini persiapan sangat aman,” tegas Andi Amran.
Selain memastikan ketersediaan beras, pemerintah juga memperkuat ketahanan produksi pertanian melalui program pompanisasi.
A. Amran mengatakan pompa didistribusikan ke berbagai daerah yang mengalami kekeringan. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan air, terutama ketika curah hujan menurun akibat pengaruh El Niño.
“Pompa kita distribusi seluruh daerah kering, kita kirim pompa. Dan juga pompa yang kita kirim dua tahun terakhir pemerintahan sampai sekarang, itu totalnya 150.000 unit,” ungkapnya.
Menurut A. Amran, jumlah tersebut merupakan distribusi pompa dalam skala terbesar yang pernah dilakukan pemerintah.
“Tertinggi, tidak pernah terjadi itu. Jadi semua posisi aman,” tegasnya.
Berbagai langkah tersebut, menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan produksi pangan tetap berjalan sekaligus menjaga ketersediaan beras nasional di tengah potensi ancaman El Niño.
Roadshow menyambut Hut RI ke-81 yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bone untuk wilayah selatan, dipusatkan di Bakungnge dihadiri Menteri Pertanian RI, Dr. IR. H. Andi Amran Sulaiman, MP, Gubernur Sulsel, Andi Sudiman Sulaiman, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S. Sos, MM, Wabup Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, SP, MM, Ketua dan Wakil Ketua serta anggota DPRD Bone, Instansi vertikal, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD jajaran Pemda Bone, Kabag, Camat, Lurah dan Kades.*QMH*AHAS*