PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Momentum kemerdekaan RI (Republik Indonesia) ke-81 tahun, merupakan catatan sejarah penting dalam kehidupan masyarakat, khususnya rakyat Indonesia. Sejarah panjang yang ada membuat suasana menjadi hening di saat Sang Saka Merah Putih berkibar pada puncak peringatan kemerdekaan RI, untuk mengenang jasa para pahlawan.
Pada puncak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT- RI), yang dilaksanakan setiap tanggal 17 Agustus menjadi lambang kedaulatan, persatuan, dan kehormatan bangsa Indonesia.
Dalam momentum itu, Lapas Kelas IIA Kota Palopo, menggelar upacara peringatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Lapas Palopo, yang dipimpin langsung Jose Quelo, Kalapas.
Usai melaksanakan upacara di Lapas Palopo bersama jajaran hingga WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan), Kalapas Palopo, Jose Quelo, mengikuti upacara peringatan HUT RI ke-81, di lapangan Pancasila, yang dihadiri unsur Forkopimda dan undangan lainnya.
Terpisah, di ruang kerja Kalapas, Jose Quelo, saat diwawancarai langsung, mengatakan, bahwa hari ini kita seperti di tahun sebelumnya, dari sebulan kita mengusulkan 538 dan disetujui 537, ada sebelumnya 1 WBP dinyatakan bebas, disebabkan telah mendapatkan PB (Pembebasan Bersyarat), sebelum tanggal 17 Agustus.
"Dan 11 orang itu mendapatkan RU II (Remisi Langsung Pulang), yang 7 (tujuh) orang langsung hari ini pulang, yang 4 (empat) orang masih tinggal, karena masih punya utang subsider. Subsider itu tidak bisa dikurangi apapun, kecuali remisi dasawarsa. Jadi yang 4 orang masih punya utang subsider," ujar Jose. Senin, 17 Agustus 2026, di Kota Palopo, Sulawesi Selatan.
Dengan adanya remisi, untuk jumlah WBP hari ini 637 orang WBP, dan tentu ada beberapa hal, yang memang belum mereka bisa mendapatkan remisi.
"Syarat mendapatkan remisi minimal masa penahannya awalnya di bawah 17 Februari, ada 100 orang belum memenuhi syarat, dan ada sekitar 8 bulan belum mendapatkan remisi, karena belum memenuhi syarat," cetusnya.
Agenda lain lapas kelas IIA Palopo, dalam menyemarakkan HUT RI, yakni telah menyelenggarakan berbagai perlombaan antar WBP, seperti perlombaan futsal, bulutangkis, lomba nyanyi dan lainnya. Dan kegiatan ini telah berakhir.
"Dari seluruh rangkaian itu, bahwa kegiatan ini yang terpenting adalah kesadaran. Kesadaran WBP, karena keberadaan mereka juga adalah manifestasi juga dari masyarakat yang harus merasakan Kemerdekaan, dan kita jadi penyemangat bagi mereka," pungkas Quelo.
Sesuai data rekapitulasi usulan remisi RU II, tujuh orang langsung bebas, 4 orang memiliki subsider pengganti denda, dan semua RU II berjenis kelamin laki-laki.
QMH. Yoga