PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Camat Wara Timur, Andi Asnawi Sari, bersama RT/RW se-Kecamtan Wara Timur, lurah, ulama, bhabinkamtibmas, babinsa dan masyarakat se-Kecamtan Wara Timur, melaksanakan salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.
Air merupakan sumber bagi kehidupan yang dapat memberikan manfaat langsung bagi
manusia, hewan, tanaman, serta seluruh alam saat terjadi kekeringan.
Menurut Camat Wara Timur (Wartim), Andi Asnawi Sari, bahwa dengan pelaksanaan salat Istisqa dan doa bersama ini merupakan wujud silaturahmi dan memohon rahmat serta kasih sayang kepada Allah SWT, agar menurunkan hujan.
"Di Kota Palopo hingga saat ini, mengalami musim kemarau panjang dan kekeringan, sehingga kebutuhan air sangat penting bagi kehidupan manusia dan isi alam ini," ujarnya. Kamis, 8 Oktober 2026, di halaman kantor Camat Wara Timur, Kota Palopo, Sulsel.
Dijelaskannya, bahwa kami berdoa untuk meminta hujan, bukan untuk mendatangkan bencana atau banjir, melainkan hujan yang mengisi kembali cadangan air bersih, bagi kebutuhan sehari-hari.
"Memohon hujan berkah, yang membawa pertolongan, menyegarkan, bermanfaat bagi seluruh kehidupan alam semesta," jelas Andi Asnawi Sari.
Semoga apa yang kita lakukan ini, dengan dimensi kehidupan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
"Niat dan keikhlasan yang baik ini, kami berharap dapat segera terwujud sehingga kemarau panjang dan kekeringan ekstrem ini dapat berkesudahan," pungkasnya.
Kemarau panjang dan kekeringan di Indonesia pada tahun 2026 dipicu oleh fenomena El Nino yang kuat serta IOD Positif, yang menyebabkan sebagian besar wilayah mengalami durasi kemarau lebih lama dan curah hujan di bawah normal.
QMH. Yoga