Universitas Mega Buana Laksanakan Pengabdian, Aznia: Edukasi Kesehatan bagi Siswa SLB
bola'
jmsi'
kesaktian

Universitas Mega Buana Laksanakan Pengabdian, Aznia: Edukasi Kesehatan bagi Siswa SLB

Kamis, 08 Oktober 2026,

PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Program Studi Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat Universitas Mega Buana Palopo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Palopo melalui edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai bagian dari upaya meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Kegiatan tersebut telah dilaksanakan pada 18 Juli 2025 lalu dengan mengusung semangat “Peduli Kesehatan Nelayan dan Anak SLB untuk Palopo Sehat” dan kegiatan melibatkan siswa SLB serta guru dan pendamping sekolah.

Pada kegiatan yang telah berlangsung itu, Ketua panitia penyelengara, dr Ketut Yudi Arparitna, Sp.An, mengatakan, bahwa edukasi CTPS diberikan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus. Tim pengabdian tidak hanya memberikan penjelasan secara verbal, tetapi juga menggunakan media visual, video demonstrasi, demonstrasi langsung, serta praktik berulang agar siswa lebih mudah memahami dan mengikuti setiap gerakan.

"Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan waktu-waktu penting untuk mencuci tangan, antara lain sebelum makan, setelah menggunakan toilet, dan setelah bermain. Selanjutnya siswa diajak mempraktikkan langkah-langkah CTPS secara langsung dengan pendampingan tim pengabdian dan guru," ujar Ketut Yudi Arparitna. Kamis, 8 Oktober 2026.

Sementara itu, Ketua program studi S3 kesehatan masyarakat Universitas Mega Buana, Prof Dr Aznia, S.K.M.,M.Kes, menjelaskan, bahwa pendekatan praktik langsung menjadi bagian penting karena sebagian siswa membutuhkan stimulasi visual dan motorik serta pengulangan instruksi untuk dapat melakukan gerakan secara mandiri.

"Berdasarkan evaluasi yang dilakukan sebelum dan sesudah edukasi, terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam melakukan praktik CTPS. Evaluasi menggunakan observasi enam langkah CTPS dengan rentang skor 0–10 dan dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis menunjukkan Z = −3,804 dengan p < 0,001, yang menunjukkan adanya perbedaan kemampuan CTPS sebelum dan sesudah edukasi," jelas Aznia.

Selain peningkatan keterampilan, tim pengabdian juga mengamati perubahan perilaku siswa selama kegiatan. Siswa terlihat lebih mampu mengikuti instruksi, melakukan gerakan CTPS dengan lebih tepat, serta menunjukkan peningkatan kemandirian selama praktik.

"Keterlibatan guru dan pendamping juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Mereka diberikan pemahaman mengenai cara membantu siswa mengulang praktik CTPS sehingga pembiasaan tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai, tetapi dapat dilanjutkan dalam aktivitas sehari-hari di sekolah," ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat pada anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat implementasi Program Palopo Sehat di lingkungan sekolah.

"Tim pengabdian juga menekankan bahwa edukasi kesehatan bagi siswa SLB perlu dilakukan dengan metode yang sederhana, konkret, berulang, dan menggunakan media yang sesuai dengan kemampuan masing-masing siswa," pungkasnya.

Dengan pendekatan tersebut, edukasi CTPS tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga pada keterampilan dan kemandirian siswa dalam menjaga kebersihan diri.

Tangan Bersih, Hidup Sehat, menjadi pesan utama kegiatan sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini di lingkungan SLB Kota Palopo.

QMH. **

TerPopuler