BONE.WARTASULSEL.ID-Ketua DPRD Kabupaten Bone, Irwandi Burhan,SE, MM menerima kedatangan Anggota DPD RI, Dr. H. Ajiep Padindang SE.MM yang melaksanakan kunjungan kerja di Kantor DPRD Bone, Senin 2 Agustus 2021 lalu,
Turut hadir, Sekretaris Dewan, A. Alimuddin, Ketua Komisi 1, H. Saipullah Latif, Ketua Komisi III, Andi Suaedi,Ketua Fraksi Golkar, A. Idris Rahman, Ketua Fraksi Bintang Perjuangan, Baktiar Malla, dan beberapa anggota DPRD Bone, beserta Kepala BPKAD, Najamuddin, serta Kadis PUPR, Askar didampingi Sekretaris DINAS PUPR Kabupaten Bone.
Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Bone, Ajip Padindang menyampaikan, "implikasi pandemi Covid-19 yang telah berdampak terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional, dan penurunan penerimaan negara, serta peningkatan belanja negara dan pembiayaan.
Lanjut Ajiep padindang menyatakan," jika melihat gambaran di tahun 2021 tingkat perkembangan covid ini tidak bagus untuk daerah, karena penerimaan negara tidak bisa mencapai target jadi mau tidak mau akan berkurang atau dipangkas dan di ketahui sama sama bahwa APBN kita di biayai dengan pinjaman
Agar pelaku usaha ini bisa tetap. mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ekonomi dalam menjalankan usahanya, satu satunya cara dengan.program pemulihan ekonomi nasional (PEN)” Ucapnya
“Untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelaksanaan undang-undang APBN terkait pelaksanaan program PEN di daerah, DPD RI akan.melakukan pengawasan sebagai bentuk tugas dan tanggung jawabnya” tambahnya.
Menurut anggota DPD RI ini bahwa pemerintah pusat kucurkan dana tidak kurang 600 – 700 trilliun tahun 2021 dalam kaitannya pemulihan ekonomi nasional sehingga yang terkait dengan hubungan covid dan masyarakat, bagaimana mendorong pemulihan ekonomi daerah.itu sendiri sehingga hasilnya nanti akan
Di sampaikan di DPR RI untuk ditindaklanjuti
Ketua DPRD Bone sendiri menuturkan, "kedatangan Ajiep Padindang dalam rangka membahas dan menanyakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan usulan program strategis dalam RAPBN tahun 2022.
Dirinya berharap ke depannya nanti penerimaan keuangan negara akan kembali normal.meski diakui kalau dua tahun terakhir ini ada pemotongan DAU , namun
setidaknya ada perhatian dari beliau dalam mengalokasikan anggaran APBN 2022 khususnya di Kabupaten Bone.
Ada beberapa usulan dan tanggapan Anggota DPRD Bone, diataranya, H. Saipullah Latif dan Fahri Rusli menanyakan perihal Dana Pinjaman PEN yang ada bunganya yang bisa memberatkan Keuangan Daerah dikemudian hari, apakah lebih baiknya tidak dicairkan saja, kata Fahri Rusli, sedangkan A. Idris Rahman menanyakan perihal pemekaran Bone, apakah akan terealisasi sedangkan tiap tahun PEMKAB Bone menyiapkan dana 5 miliar untuk kesiapan Anggaran bila terjadi pemekaran.
Sedangkan A. Taufik Kadir menyampaikan banyak jalan yang perlu diperbaiki yang memerlukan anggaran dari pusat.
Ajip Padindang menjawab pertayaan anggota DPRD dengan ringkas sehubungan masih ada agenda lain yang akan dihadirinya, Ajip mengatakan, "dana pinjaman PEN dari Pemerintah pusat kalau menurut saya cairkan saja, kalau mau dihitung tidak ada yang nol bunganya, jatuhnya 3 persen karena ada biaya biaya yang harus di bayarkan.
Kita harapkan mudah mudahan ada kebijakan dari pusat, kita ambil contoh dulu PDAM berutang Pinjaman Modal dari Pemerintah Pusat, karena tidak mampu membayar, akhirnya diputihkan utangnya. Mengenai pemekaran tinggal menunggu ketuk palu dari Presiden, karena sudah disetujui di DPR RI, anggaran: tahun 2022 tergantung Pandemi ini, mudah mudahan normal di bulan Agustus, karena kalau masih bertambah terus, akan terpengaruh terhadap penerimaan negara, jangan harap anggaran tahun 2022 akan naik, mungkin malahan akan turun dibanding tahun ini", tutup Ajip Padindang.
**QMH*AHAS**

