Dugaan Pengeroyokan di Gedung DPRD Lutra, Ketua DPRD: Bahas Soal Solar, Sesalkan Insiden Itu
jmsi'
funrun'
dprd
dprd
hjs

Dugaan Pengeroyokan di Gedung DPRD Lutra, Ketua DPRD: Bahas Soal Solar, Sesalkan Insiden Itu

Rabu, 13 Mei 2026,


LUWU UTARA. WARTA SULSEL. ID - Terkait dugaan adanya pengeroyokan di Gedung DPRD Luwu Utara, terhadap pembawa aspirasi saat agenda RDP dibenarkan oleh Ketua DPRD Luwu Utara, Husain, S.E, politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar). Saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, sekira pukul 17.20 Wita. Selasa kemarin, 12 Mei 2026.

Dalam konfirmasi itu, ia menjelaskan, benar adanya insiden tersebut, saat agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP).

"Di tengah pelaksanaan itu, dan sesuai tatib DPRD di Lutra, kita break dulu ketika waktu azan, di situlah ada insiden dan kami tidak bisa membayangkan, karena selama ini pelaksanaan itu baik baik saja," jelasnya.

Insiden itu berasal dari mana, apakah ada oknum. Soal itu ada masyarakat kita yang mendengarkan RDP dan kami tidak tahu secara jelas apa masalahnya dan terjadi insiden, yang kami bahas soal solar. Kami sedang salat, insiden itu kami tahu setelah salat.

"Yang kami undang SPBU se-Lutra, Patra Niaga Pertamina Sulsel, Depot Pertamina Karang-karangan dan SKPD terkait. Yang kemudian kita mau persilahkan pembawa aspirasi, jenlap dan korlap nya untuk menyampaikan aspirasinya, namun waktu azan tiba, sehingga kami break dulu," ungkapnya.

Sekarang kan lagi berproses penyelidikanya di mana yang bersangkutan telah melaporkan ke polres.

"Sebagai ketua DPRD, tentu menyesalkan insiden itu, dan menjadi koreksi internal dari kami di DPRD, supaya ke depan itu lebih pengamanan untuk memberikan rasa kenyamanan dan keamanan, baik itu pembawa aspirasi maupun anggota dewan," cetusnya.

Soal jumlah pengamanan, sesuai protapnya nantinya bisa ditanyakan ke Sekwan. Dia memiliki kewenangan itu. Kalau kami hanya ingin memastikan peran dan fungsi setiap penyampaian aspirasi itu bisa dibahas dengan baik. 

"Dan peristiwa ini diharapkan tidak terulang lagi, dan pembelajaran bagi kami juga, dan kami sudah melakukan koordinasi secara internal dengan pihak keamanan, untuk lebih bisa memberikan atensi setiap ada aspirasi di DPR, sehingga kita memberikan rasa aman dan nyaman kepada pembawa aspirasi dan anggota dewan," pungkas Husain, sembari menyayangkan atas insiden tersebut dan tidak terulang kembali.

Sebelumnya di media yang sama, di mana para aliansi itu telah mengeluarkan sikap tegas atas insiden tersebut.

Sikap tegas itu, aliansi menilai apabila kasus ini tidak ditangani serius dan transparan, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum akan semakin runtuh dan
mereka mendesak:

1.Penangkapan segera seluruh pelaku pengeroyokan
2. Pengusutan dugaan aktor intelektual di balik aksi kekerasan
3. Pemeriksaan terhadap aparat yang diduga lalai atau memiliki konflik kepentingan
4. Penindakan menyeluruh terhadap dugaan mafia BBM subsidi dan pelangsiran ilegal di Kabupaten Luwu Utara
5. Evaluasi total terhadap pengamanan dan integritas penegakan hukum di wilayah hukum Luwu Utara.

Informasi yang dihimpun, di antara korban pengeroyokan di gedung DPRD Luwu Utara, telah melaporkan insiden itu di Polres Luwu Utara, atas nama Reski sebagai pelapor.

*QMH. Yoga*

TerPopuler