SULTENG.WARTASULSEL.ID-Tim Puslit Karet Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Unit Usaha Beteleme pada Selasa, (29/06/2021) hingga hari Kamis, (1/7/2021). Dua Staff khusus yaitu Risal Ardika, Ph.D dan Dr. Tri Rapani Febbiyanti turut mendampingi tim, serta staff bagian tanaman kantor direksi PTPN XIV Halimah juga ikut dalam kunjungan tersebut.
Staf Tanaman Unit Beteleme, Hanung Agustian Nugroho, mengatakan tujuan kunjungan ini dilakukan untuk mencari solusi terhadap Organisme Penganggu Tanaman (OPT) tanaman karet. Dia juga menyebut sejumlah pohon karet Unit Beteleme mengalami serangan penyakit patogen Pestaloptiosis sp.
“Kondisi Unit Beteleme untuk saat ini, mengalami dampak yang cukup berat karena gugur daun yang disebabkan dari patogen Pestaloptiosis sp. Sehingga bagian tanaman holding mengutus tim Puslit Karet Sumbawa untuk mengkaji dan menganalisa penyebab dan penanganan lebih lanjut seperti apa agar serangan gugur daun ini dapat terselesaikan," kata Hanung.
Sejak awal tahun 2021, gejala serangan OPT ini mulai muncul ditandai dengan keguguran daun di sejumlah pohon. Hanung mengindikasikan, munculnya OPT ini karena intensitas curah hujan yang ekstrem.
“Penyakit gugur daun ini terjadi ketika awal tahun 2021. Ketika kondisi curah hujan yang ekstrem tiap bulan dan masih berdampak hingga saat ini," jelasnya
Kedatangan Tim Puslitkaret ke Unit Beteleme ini bukan merupakan kunjungan rutin dari pihak Riset Perkebunan Nusantara, melainkan bentuk respon pihak Holding Perkebunan terhadap situasi darurat yang tengah dihadapi oleh Unit Kebun Beteleme saat ini.
“Ini bukanlah kunjungan rutin, mereka datang ke Unit Beteleme karena pencapaian produksi bulanan Unit Beteleme makin hari kian menurun hingga 50% terhadap angka RKAP tiap bulannya, sehingga pihak Holding bertanya ada apakah komoditas karet di PTPN XIV kenapa produksi yang terlapor semakin menurun tiap hari bahkan pencapaian bulananya, dari hal tersebutlah kita jelaskan bahwa Unit kita karet (Beteleme) mengalami dampak gugur daun tinggi yang disebabkan patogen Pestaloptiosis sp, sehingga pihak holding mengutus tim Puslitkaret Sumbawa untuk meninjau tanaman karet kita," ujar Hanung.
Lebih lanjut Hanung menjelaskan selama tiga hari Tim Pusat Penelitian Karet (Puslitkaret) Sumbawa ini melakukan observasi di wilayah nit Beteleme yang memiliki tingkat serangan tertinggi akibat penyakit gugur daun.
“Selama kunjungan tim Puslit Karet Sumbawa kita bawa pada areal yang terdapat kan dampak gugur daun yang sangat tinggi pada Afdeling V Poonah Tahun tanam 1998, Afdeling VI Sido Mulya Tahun Tanam 2009 dan 2010, Afdeling IIIA Bukit Mulya Tahun Tanam 2011, dan Afdeling IV Sumber Mulya Tahun Tanam 2012. Dimana afdeling tersebut merupakan penyumbang produktivitas yang tinggi unit kita," ujarnya.
Hasil kunjungan bahwa Unit Beteleme mengalami dampak gugur daun yang tinggi, peranggasan terjadi lebih >80% yang disebabkan dari patogen Iodium sp dan sisa patogen Pestaloptiosis sp. Dalam kasus kebun mereka (Puslitkaret Sembawa) mengatakan bahwa gugur daun ini dapat penurunan hasil 15-45%. Dengan kondisi kebun Unit Beteleme yang dominan bergulma, tanamannya kurang sehat karena kurangnya nutrisi. Kemudian eksplotasi yang cukup berat dan curah hujan yang tinggi sehingga mempercepat dan mempermudah patogen tersebut menyerang tanaman karet.
"Tim Puslit Karet Sumbawa merekomendasikan agar tanaman kita untuk diberikan aplikasi pupuk dengan rekomendsai dosis dan ekstra 25%, pembersihan hanca dan pengendalian patogen dengan fungisida untuk mengurangi kepekatan sporan Iodium dan Pestaloptiosis," jelasnya.
Staf Bagian Tanaman Unit Beteleme tersebut juga menambahkan bahwa perlu adanya perhatian terhadap efisiensi biaya operasional, sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan dan produksi tanaman.
“Untuk harapan saya, rekomendasi yang telah disampaikan oleh tim Puslit Karet Sembawa sangatlah bagus dan tepat, kasus kita saat ini adalah dampak dari efesiensi biaya dan nilai jual karet yang rendah sehingga biaya pemeliharan dan dukungan pada kebun menjadi minim, dengan minimnya biaya tersebut kita diharuskan untuk pencapaian produksi yang tinggi, sehingga berdampak untuk tahun ini karena tingkat stres tanaman tinggi. Apabila rekomendasi dari Puslit Karet Sembawa kita aplikasi pada tahun ini, kemungkinan kita dapat mengatasi wabah gugur daun ini dan perbaikan vegetasi tanaman kita untuk tahun kedepan,"tutupnya.
*QMH.HERAH*
