Sembari Menunggu Hasil Sawit, Kelompok Tani Sawit 1 Lumbewe Binaan Ksu Kamu Manfaatkan Tanaman Tumpang Sari
jmsi'
funrun'
dprd
dprd
hjs

Sembari Menunggu Hasil Sawit, Kelompok Tani Sawit 1 Lumbewe Binaan Ksu Kamu Manfaatkan Tanaman Tumpang Sari

Kamis, 05 Agustus 2021,


LUTIM.WARTASULSEL.ID- Keberhasilan Koperasi Agro Mandiri Utama dalam membina Kelompok Tani dalam program PSR terlihat dari progress kerja Koperasi ini dalam membina petani sawit Luwu Timur, tidak hanya berhasil membina 8 Kelompok Tani Sawit, KSU KAMU juga merupakan salah satu Koperasi di Luwu Timur yang memanfaatkan tanaman tumpang sari atau tenaman sela sebagai pendapatan sementara petani sawit yang sambil menunggu hasil dari tanaman sawit program PSR.

Tidak hanya itu ternyata Koperasi Agro Mandiri Utama dalam upaya mensejahterakan petani sawit Luwu Timur, Koperasi ini mendatangkan bibit sawit unggul bersertifikasi, yaitu bibit yang berasal dari PPKS medan yang tentunya kita sudah mengetahui kualitas dari bibit ini, bibit ini ditangkarkan dan dirawat dengan baik dipenangkaran Koperasi Agro Mandiri selaku mitra KSU KAMU, bibit unggul bersertifikasi yang disalurkan dalam program P S R ini, ada 3 jenis yaitu bibit jenis Yangambi, Dxp-540, dan bibit jenis Simalungun.

Uniknya dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat yang di Kelola KSU KAMU ini, setelah melakukan penanaman bibit sawit, maka akan ditanam tanaman sela yang dimana tanaman sela ini nantinya akan dimanfaatkan oleh petani yang ikut dalam Program ini sebagai kelangsungan hidup meraka, sambil menunggu hasil tanaman sawit mereka, dalam hal ini dibenarkan oleh Nahris selaku Katua Kelompok Tani Sawit 1 Lumbewe. Rabu (04/08/2021)

Tidak hanya itu Nahris juga mengakui bahwa lahan kelompoknya sampai saat ini telah beberap kali menikmati hasil dari tanaman sela yang ia dan pihaknya tanam, dan untuk tanaman sela dikelompok ini ada beberapa jenis seperti Lombok, dan jagung.

“saya sangat bersyukur atas adanya Program PSR ini, karena sangat membantu Petani Sawit saya, yang dimana sebelum adanya program ini, anggota petani saya keteteran dalam hal mengelola lahan sawit mereka, terlebih lagi bibit yang ada disini rata-rata bibit sawit yang tidak produktif, dan tentunya butuh biaya yang besar untuk mendapatkan bibit unggul bersertifikasi. Namun sejak adanya PSR ini petani saya tidak lagi keteteran dalam mengelola lahan sawit mereka, tidak hanya itu lewat Program PSR KSU KAMU masyarakat petani sawit, terkhusus petani sawit dikelompok saya mendapatkan pengalaman baru dalam memanfaatkan tanaman tumpang sari atau tanaman sela, yang dimana tanaman sela ini tentunya sangat bermanfaat, apa lagi sebagai penunjang sementara kehidupan petani sawit yang sambil menunggu hasil tanaman bibit sawit mereka”. Ungkapnya Nahris.

*QMH.WS*

TerPopuler