Walikota Palopo Mengikuti Peluncuran OSS, Presiden RI: Reformasi Struktural
jmsi'
funrun'
dprd
dprd
hjs

Walikota Palopo Mengikuti Peluncuran OSS, Presiden RI: Reformasi Struktural

Selasa, 10 Agustus 2021,


PALOPO.WARTASULSEL.ID- Walikota Palopo, Drs. H. M Judas Amir, M.H., mengikuti kegiatan peluncuran Online Single Submission (OSS) berbasis risiko, secara virtual, di Ruang Rapat Sekda. Senin, 9 Agustus 2021.

Peluncuran OSS diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, digelar di Pusat Komando Operasi dan Pengawalan Investasi, Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta. 

Joko Widodo, Presiden RI, mengatakan, sejak pandemi melanda seluruh dunia termasuk Indonesia, pemerintah tidak menghentikan upaya untuk terus melanjutkan berbagai agenda. 

" Untuk terus melanjutkan berbagai agenda Reformasi struktural. Selain itu, aturan yang menghambat kemudahan berusaha juga terus dipangkas dan di saat yang sama prosedur berusaha dan investasi juga terus dipermudah, " Ujar Presiden RI, saat memberikan sambutan pada acara peluncuran Online Single Submission (OSS) berbasis risiko. 

Dia Joko Widodo, menjelaskan, bahwa upaya-upaya tersebut, dilakukan agar iklim usaha di Indonesia semakin kondusif. 

" Agar iklim usaha di Indonesia semakin kondusif, " Jelasnya. 

Kita ingin iklim usaha di negara kita berubah makin kondusif, memudahkan usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah untuk memulai usaha, meningkatkan kepercayaan investor untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya. 

" Meningkatkan kepercayaan investor untuk membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya, sehingga, menjadi solusi atas persoalan pengangguran yang bertambah, akibat dampak pandemi, " Imbuhnya. 

Menurutnya, bahwa dalam laporan Bank Dunia tahun 2020, Indonesia masuk peringkat ke-73 dari 190 negara dalam kemudahan berusaha atau Ease Of Doing Business (EoDB) 

" Hal tersebut, berarti negara Indonesia termasuk kategori mudah dalam hal perizinan, " Ungkapnya. 

Namun, Presiden mendorong agar kategori tersebut, ditingkatkan lagi dari mudah, menjadi sangat mudah. 

" Kita harus mampu meningkatkan lagi, tingkatkan lagi dari mudah menjadi sangat mudah, itu target kita. Kuncinya, ada di reformasi perizinan, perizinan berusaha yang terintegrasi, yang cepat, dan yang sederhana menjadi instrumen yang menentukan daya saing kita untuk menarik investasi, " Cetusnya.

Presiden menjelaskan bahwa peluncuran OSS berbasis risiko merupakan reformasi yang sangat signifikan dalam perizinan. 

" OSS tersebut, merupakan layanan perizinan secara daring yang terintegrasi, terpadu, dengan paradigma perizinan berbasis risiko. Dalam aplikasi tersebut, jenis perizinan akan disesuaikan dengan tingkat risikonya, " Jelasnya. 

Perizinan antara UMKM dengan usaha besar tidak sama. Risiko tinggi perizinan berusaha berupa izin, risiko menengah perizinan berusaha berupa sertifikat standar, dan risiko rendah perizinan berusaha cukup berupa pendaftaran atau Nomor Induk Berusaha (NIB) dari OSS. 

" Hal ini, akan membuat iklim kemudahan berusaha di Indonesia semakin baik, " Ungkapnya. 

Oleh karena itu, Kepala Negara memerintahkan kepada para menteri, kepala lembaga, serta para kepala daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk disiplin mengikuti kemudahan dalam OSS ini. 

" Untuk disiplin mengikuti kemudahan dalam OSS ini. Presiden menegaskan pihaknya akan mengecek dan mengawasi langsung implementasi OSS di lapangan, " Jelasnya. 

Apakah persyaratannya semakin mudah? Apakah jumlah izin semakin berkurang? Apakah prosesnya semakin sederhana? Apakah biayanya semakin efisien? Apakah standarnya sama di seluruh Indonesia dan juga apakah layanannya semakin cepat? Ini yang akan saya ikuti. 

" Kalau ini bisa kita laksanakan, saya yakin investasi baik investasi skala mikro, skala kecil, skala menengah, dan skala besar akan meningkat di negara kita, " Paparnya.

Presiden juga menegaskan bahwa kehadiran layanan OSS berbasis risiko, tidak untuk mengebiri kewenangan daerah. 

" Tidak untuk mengebiri kewenangan daerah. Tapi, justru memberikan standar layanan bagi semua tingkatan pemerintah yang mengeluarkan izin baik di level pusat maupun di level daerah agar tanggung jawabnya semakin jelas dan layanannya juga semakin sinergis, " Tegas Presiden RI, Joko Widodo. 

Saya, Joko Widodo, sudah banyak mendengar aspirasi para pelaku usaha dari yang kecil, menengah, sampai yang besar, yang mereka sampaikan semuanya, sama. 

" Sudah banyak mendengar aspirasi para pelaku usaha. Para pelaku usaha membutuhkan layanan yang mudah, yang cepat, dan yang tidak berbelit-belit. Jika ini terpenuhi, maka saya yakin akan memberikan dampak yang signifikan bagi pergerakan ekonomi nasional maupun di daerah, " Ungkapnya. 

Selain kepada para menteri dan kepala daerah, Presiden juga menyakinkan para pengusaha dan investor baik dalam maupun luar negeri, serta kepada para pelaku UMKM dan pengusaha besar untuk memanfaatkan layanan OSS dengan sebaik-baiknya. 

" Manfaatkan layanan OSS dengan Sebaik baiknya. Dengan demikian, diharapkan volume investasi akan meningkat dan lapangan pekerjaan seluas-luasnya akan terbuka, " Jelas Widodo. 

Saya, kata Joko Widodo, tidak mau lagi mendengar ada kesulitan yang dihadapi para pengusaha, saya tidak mau lagi mendengar ada suap, semua harus dilakukan secara terbuka, transparan, dan memudahkan para pengusaha. 

" Saya tidak mau lagi mendengar ada kesulitan yang dihadapi para pengusaha. Jika ada aparat pemerintah yang tidak bersih, yang mencoba-coba, laporkan kepada saya, " Tegas Joko Widodo.

Sekali lagi saya tegaskan, reformasi kemudahan layanan perizinan ini dimaksudkan untuk memberi kemudahan berusaha bagi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah. 

" Untuk memberi kemudahan berusaha bagi usaha mikro, usaha, usahanya menengah, mendorong lebih banyak wirausahawan baru, mempercepat transformasi sektor informal menjadi sektor formal, dan yang paling penting, akan menciptakan lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya, " Pungkasnya. 

*QMH. Yoga*

TerPopuler