Ajang Pertemuan Akbar Sedunia Wijanna Lapatau Matanna Tikka ke XVI di Bone
pasang
pasang

Ajang Pertemuan Akbar Sedunia Wijanna Lapatau Matanna Tikka ke XVI di Bone

Minggu, 21 November 2021,


BONE.WARTASULSEL.ID-Ajang Pertemuan Akbar Se Dunia Wijanna Puatta La Patau Matanna Tikka MatinroE Ri Nagauleng Raja Bone XVI di Planet Cinema Bone, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo Sabtu, 20  November 2021.

Dihadiri SEKDA Bone mewakili Bupati Bone, H.A.M Amin Syam, mantan Gubernur SULSEL,  A. Syamsul Alam, mantan Bupati Bone,  A. Rio Padjalangi, anggota DPR RI, A. Iwan Darmawansyah, anggota DPR RI,  Raja Raja dari Kabupaten di Sulawesi Selatan, KADIS Pariwisata Kabupaten Bone, peserta dari Wijana Lapatau Matannatikka dari berbagai penjuru Dunia. Diperkirakan peserta pertemuan lebih dari seribu orang.

Gelar budaya se-dunia ini di buka oleh Sekretaris Daerah (SEKDA) Bone Drs. H. A. Islamuddin, MH  yang mewakili Bupati Bone dan di hadiri oleh para pemangku pemangku Adat.

Dengan mengambil “Tema Kegiatan “SipakaingE, Sipakalebbi, Sipakaraja, Sirui Menre teng sirui No” yang artinya Saling Mengingatkan, Saling Menghargai, saling Menghormati, saling mengangkat, tidak saling menjatuhkan.

Dari beberapa sambutan salah satunya disampaikan mantan gubernur Sulsel Mayjen TNI (Purn) H. Amin Syam mengatakan lapatau matanna tikka adalah simbol dari sebuah persatuan dan kesatuan masyarakat dari tiga negara besar di Sulsel yang dapat mempersatukan Bone, Luwu dan Gowa

Sementara sambutan Bupati Bone yang diwakili oleh Sekda Bone bahwa sangat bangga dan mengapresiasi atas terlaksananya acara yang melibatkan Keluarga Besar Kerajaan Bone (Lapatau Matanna Tikka) yang berasal dari berbagai Wilayah Provinsi dan Negara dengan tujuan melestarikan adat dan budaya juga Mempererat silaturahmi sesama rumpun.

Dalam sambutannya juga dikatakan bahwa Bone memiliki sejarah yang kuat dan ketat semua itu karena peninggalan atau warisan dari pada pendahulu kita raja raja terdahulu termasuk sultan alimuddin Idris yang dikenal puatta lapatau matanna tikka walinono to tenribali malae sanrang arungpone ke XVI matinroe rinagauleng yang menjadi simpun erat kerajaan kerajaan di Sulawesi Selatan yang kita warisi hingga saat ini menjadi satu keluarga.

Dengan memukul Gong oleh  H. A.
Islamuddin ( SEKDA ) sebagai tanda resminya dibuka acara Akbar tersebut


Sejumlah acara teragenda, mulai dari pameran makanan tradisional, benda pusaka, persembahan kesenian seperti tari-tarian maggaru dan tari padduppa, tudang sipulung, dilanjutkan malam pagelaran seni, tari  tarian seperti sigajang laleng lipa, tari pajaga Andi hingga lagu lagu daerah.

 Dilanjutkan besoknya Ziarah makam La Patau Mattanna Tikka Matinroe ri Nagauleng, Kecamatan Cenrana dan lanjut visitour tempat wisata Tanjung Pallette sebagai acara penutupan. Kegiatan berlangsung selama dua hari (20-21/11/2021).

Di Tanjung Pallette, awak Media menemui cucu  A. Mappanyukki, Raja Bone terakhir, Andi Bau Usdi Bau Appo menyampaikan, "sudah yang kedua kalinya diadakan pertemuan di Bone, yang pertama Tudang Sipulung Wija Arumpone dan kedua acara ini, Alhamdulillah saya hadiri semua karena sebagai ajang silaturahmi dan perekat tali persaudaraan bagi Wija Wija yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia, demikian pula ada dari luar negeri", tuturnya.

Lanjutnya,. "Kami harapkan dari pertemuan ini bisa terbentuk lembaga adat  yang dapat melestarikan nilai nilai budaya kita sebagai orang Bugis Bone, misalnya pangadereng yang harus diwariskan kegenerasi kita yang bisa punah kalau kita tidak lestarikan ke generasi generasi kita demikian pula sejarah  leluhur kita yang perlu di ketahui dan dipahami generasi generasi kita.

 Yang tidak kalah penting dari pertemuan ini bisa menjadi cikal bakal terbentuknya kerja sama usaha usaha atau bisnis antara Wija Wija di perantauan dengan wija Wija yang menetap di Kabupaten Bone, dengan melihat besarnya sumber daya alam yg belum tersentuh atau dikelola, demikian pula usaha perdagangan  terhadap produk produk Bone dapat dikerjasamakan dengan wija Wija yang bergelut sebagai pengusaha di luar Bone, semoga dengan adanya pertemuan ini semua Wija Arumpone dan Wijana Lapatau Matannatikka tetap menjalin hubungan silaturahmi yang solid dan lebih bertambah erat  tali persaudaraan kita semua, kita harus satu tujuan yaitu terbentuk nya lembaga adat yang kokoh di Bone dan sebagai perekat kita sebagai orang Bone", tutup Bau Usdi.

 **QMH*AHAS**
loading...

TerPopuler