KESBANGPOL Bone Gelar Rakor FORKOPIMDA Dan FORKOPIMCAM Target Vaksin Belum Capai 70 Persen
pasang
pasang

KESBANGPOL Bone Gelar Rakor FORKOPIMDA Dan FORKOPIMCAM Target Vaksin Belum Capai 70 Persen

Kamis, 13 Januari 2022,


BONE.WARTASULSEL.ID- KESBANGPOL Kabupaten Bone menggelar Rapat Kordinasi FORKOPIMDA dan FORKOPIMCAM dalam rangka penanganan Covid-19 melalui percepatan vaksinasi di Kabupaten Bone untuk memenuhi target 100 % dan arah kebijakan pemerintah tahun 2022, di gedung PKK Bone, Kamis 13 Januari 2022.


Rakor ini dipimpin langsung Bupati Bone, DR. H. A. Fahsar M Padjalangi,M.Si, turut hadir DANREM 141 TP di wakili, DANDIM 1407 Tauwarani Bone, Letkol Inf Budiman, SH, KAPOLRES Bone,  AKBP. Ardyansyah, S.IK,M.Si, Perwakilan KAJARI Bone, Ketua DPRD Bone, Irwandi Burhan, SE, MM, Ketua Pengadilan Negeri Bone, KAKAN KEMENAG Bone, Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.H,  SEKDA Bone,  Drs.H.Andi Islamuddin, MH. sekaligus Moderator pada RAKOR hari ini, DANDENPOM, perwakilan Brimob Kompi C Bone, Asisten dan KABAG SEKDA Bone, para Kepala OPD Pemkab Bone, Camat, DANRAMIL, KAPOLSEK.

DR. H. A. Sumardi Suaib, MM, Kepala KESBANGPOL Bone sebagai ketua Panitia Pelaksanaan RAKOR mengatakan dalam Laporannya,  "penanganan Covid-19 harus Mensirnergikan semua kalangan serta menyatukan persepsi dalam menyikapi perkembangan Covid-19 supaya dapat teratasi dengan baik.

Untuk mengadakan evaluasi, langkah strategis daerah dalam rangka mengatasi,  pencegahan dan pengendalian Covid 19", Lapor  H. A. Sumardi.

Bupati Bone,  Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, MSi menyampaikan sambutannya mengatakan, "Saya bersama Forkopimda Bone baru saja menghadiri rapat bersama Forkopimda Sulsel yang membahas masih seputaran target vaksin Covid 19 secara virtual",   tutur   Bupati Bone mengawali sambutannya.

Lanjutnya,  "titik utama pembahasan pada rakor pimpinan daerah Sulsel masih seputaran Covid 19, termasuk didalamnya vaksinasi.

Kita mesti sadari bahwa Covid ini belum berakhir, belum selesai bahkan muncul lagi varian baru, Bone beberapa bulan sudah zero, tetapi dua hari yang lalu kita ada lagi satu kasus konfirmasi dari anak kita yang hendak masuk ke Pesantren Athirah hasil tes PCR positif",  urainya.

Bapak Bupati Bone menyebutkan
berdasarkan data KPCPEN per tanggal 13 Januari 2022 cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama pada 27 kecamatan di Kabupaten Bone belum mencapai target 70 persen.

“Kita berada pada akumulasi 69,5 persen per hari ini, sedikit lagi,” kata Bapak Bupati Bone.

Lanjutnya, kecamatan tertinggi vaksinasinya yakni Kecamatan Kajuara di atas 80,4 persen kemudian terbawah Kecamatan Tanete Riattang kisaran 42 persen.

Oleh karena itu, ia meminta kepada para FORKOPIMCAM yang hadir untuk senantiasa berkoordinasi dan semangat pencapaian vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

“Setelah target tercapai, kita akan fokus untuk vaksinasi lansia dan anak", katanya.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut, Bupati Bone juga meminta  pengawasan Pelaksanaan dana PEN. Kemudian persiapan Kabupaten Bone sebagai tuan rumah MTQ tingkat provinsi serta pelaksanaan Pilkades serentak pada tahun 2022.

Juru Bicara Tim Pengendalian dan Pencegahan Covid 19,  drg. M. Yusuf menyampaikan paparannya pada RAKOR, "kemungkinan benar data ril yang dipegang tiap kecamatan yang menurut mereka sudah dilayani vaksinnya, karena ada perbedaaan data KPCPEN dengan data ditiap kecamatan, hal ini disebabkan masih ada data yang belum terinfut masuk ke Data KPCPEN disebabkan beberapa faktor, diantaranya jaringan pada saat penginfutan data, bila pada saat dilaksanakan vaksin jaringan bermasalah, mengakibatkan data tidak bisa diinfut pada hari dilaksankan vaksin, maka data tersebut  masuk kekatagori kelompok data yang antri namun data yang terpending tersebut  akan masuk juga nantinya, hanya terlambat dari data ril time yang berjalan", urainya.

Lebih lanjut,  M. Yusuf sekaligus Sekretaris Dinas Kesehatan  Kabupaten Bone menambahkan,  "faktor yang lainnya, ada yang mau diinfut datanya setelah divaksin, namun terkendala dengan data kependudukannya, ada yang salah penulisan NIK pada saat registrasi sehingga tidak bisa dibaca dengan tepat angka yang tertulis didaftar regustrasi pada saat mau diinfut, ada NIK yang ganda serta ada yang tidak tepat alamatnya, jumlah sekitar 25.000 data kependudukan yang bermasalah yang tidak dapat terinfut, namun setelah kita kerja bareng dengan DISDUKCAPIL untuk memfalidasi data yang bermasalah sebelum tutup tahun dan semua PUSKESMAS untuk kembali meverifikasi ulang data kependudukan 
yang bermasalah tersebut, sekarang tinggal seribuan yang masih harus disingkrongkan kembali DISDUKCAPIl", ungkapnya.

"Seandainya semua masayarakat yang sudah tervaksin datanya langsung masuk semua ke aflikasi KPCPEN, tidak ada yang bermasalah, target bisa mencapai diatas 70 persen orang sudah tervaksin untuk dosis ke 1 di Bone", ungkap  Jubir Covid.

SEKDA Bone, Drs. H. A. Islamuddin, MH menyampaikan Proses pelaksanaan vaksin dengan upaya yang keras tapi jangan berhenti dan semangat terus, kumpulkan semua Kepala Desa dan dicatat secara manual masyarakat yang sudah di vaksin tapi harus pendataannya secara door to door kerumah masyarakat agar datanya betul betul valid, sehingga FORKOPIMCAM mempunyai data yang reel pencapaian vaksin diwilayahnya", tutup H, Andi Islamuddin. 

**QMH*AHAS**
loading...

TerPopuler