MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Alhamdulillah, diberi nikmat bisa mencapai usia 52 tahun. Tapi tetap merasa muda hehehe,” ucap Arpin, S.Pd, M.Pd, Kepala SD Hang Tuah Makassar, sesaat setelah meniup lilin kue ulang tahun yang dibawa guru-gurunya, Selasa, 15 Februari 2022.
Guru-guru d
Saat berbincang itu, kepala sekolah yang punya moto, “hidup untuk mengabdi” tersebut, menyampaikan impiannya agar setiap bulan ada hal baru di sekolahnya. Dia juga berharap, agar branding sekolahnya, sebagai sekolah yang mengusung literasi kemaritiman, akan semakin kuat ke depan.
Arpin lahir di Selayar, tanggal 15 Februari 1970. Sejak masih duduk di bangku SD, Arpin memang bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Itu karena dia terinspirasi dari penampilan guru di kampungnya.
“Masyarakat begitu mengagumi profesi guru, kala itu. Tidak heran, bila ada sebutan Tuan Guru, yang dilekatkan pada guru-guru di kampung saya. Guru adalah role model, panutan yang membanggakan,” kisah Arpin suatu hari.
Begitu pertama kali menjadi guru, tanggal 1 Mei 1995, dia ditempatkan di daerah yang sangat terpencil di Pulau Kalaotoa, Kabupaten Kepulauan Selayar. Dia memulai kariernya sebagai guru dengan mengajar di SD Inpres Buranga.
Jarak tempuh sekolah itu dari Kota Benteng, kira-kira selama 36 jam dengan mengggunakan perahu kayu. Kalau cuaca lagi tidak bersahabat, lama perjalanan bisa mencapai seminggu. Itu karena kapal yang ditumpangi terpaksa singgah di pulau-pulau untuk berlindung dan menunggu cuaca membaik.
Sebelum menjadi Kepala SD Hang Tuah Makassar, Arpin pernah mengajar di SD Inpres Todakke dan SD Inpres Cambaya 3, keduanya di Makassar. Pada tahun 2002, dia dimutasi ke SD Hang Tuah, dan sejak Desember 2015 sampai sekarang diberi amanah sebagai kepala sekolah.
“Filosofi saya sebagai kepala sekolah dan pendidik adalah ketika diberi amanah, maka laksanakan dengan baik. Jangan bola mati di tangan kita,” ungkapnya.
Arpin yang punya hobi berolahraga dan membaca ini, tak hanya disibukkan sebagai kepala sekolah. Dia juga aktif berorganisasi, yang masih berhubungan dengan profesinya sebagai guru. Arpin merupakan Sekretaris Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ujung Tanah (tahun 2015-2019), Ketua PGRI Cabang Ujung Tanah (tahun 2020-sekarang), dan Sekretaris Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) Ujung Tanah (tahun 2016-sekarang).
Sebagai pemimpin, Arpin menyadari, bahwa dia harus mampu menjadi motivator dan fasilitator dalam mendinamisasi kreativitas dan inovasi di sekolahnya. Dia punya tanggung jawab untuk mengajak semua warga sekolah bersama-sama, menjadikan SD Hang Tuah Makassar sebagai sekolah yang diminati masyarakat, sekaligus sebagai sekolah yang nyaman untuk semua.
*QMH.WS*

