Amiruddin Lili Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi Iptu Nasrullah
jmsi'
luwu'
dprd

Amiruddin Lili Minta Publik Tak Terburu-buru Menghakimi Iptu Nasrullah

Minggu, 08 Maret 2026,

AMIRUDDIN LILI

MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Praktisi hukum sekaligus Ketua Persadi Makassar, Amiruddin Lili, meminta publik untuk tidak terburu-buru memberikan penilaian maupun menghakimi peristiwa yang menimpa seorang perwira polisi, Iptu Nasrullah. Ia menilai, kasus tersebut harus dilihat secara objektif dengan mempertimbangkan konteks tugas yang sedang dijalankan oleh yang bersangkutan.

Amiruddin Lili berharap pimpinan institusi kepolisian, mulai dari Kapolri, Kapolda Sulawesi Selatan, hingga para wakil rakyat Sulawesi Selatan yang berada di Komisi III DPR RI, dapat membuka mata dan telinga terhadap berbagai aspek dalam peristiwa tersebut. 

Ia juga mengingatkan agar para pemangku kebijakan tidak mudah terpengaruh oleh opini publik maupun komentar para netizen di media sosial yang kerap memberikan penilaian tanpa disertai tanggung jawab.

Menurut Amiruddin, dalam setiap profesi selalu ada risiko yang harus dihadapi, terlebih dalam tugas kepolisian yang berhubungan langsung dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal itu pula yang, menurutnya, terjadi pada Iptu Nasrullah.

“Dalam setiap pekerjaan risiko pasti selalu ada. Begitu pun yang dialami oleh seorang perwira polisi seperti Iptu Nasrullah. Ia memiliki segudang prestasi selama bertugas dan seharusnya hal tersebut tidak langsung terhapus hanya karena satu peristiwa yang terjadi dalam situasi tugas,” ujarnya.

Amiruddin menjelaskan, apabila kesalahan atau pelanggaran yang dilakukan tidak berkaitan dengan tugas kedinasan, maka sangat wajar jika institusi maupun masyarakat memberikan penilaian atau bahkan hukuman.

 Namun dalam kasus ini, ia menilai peristiwa tersebut terjadi saat yang bersangkutan sedang menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat.

Ia menuturkan bahwa saat itu Iptu Nasrullah bergerak cepat setelah menerima informasi terkait gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayahnya. 

Dengan inisiatif sendiri, ia langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan.

“Seharusnya beliau patut mendapatkan apresiasi karena dengan jiwa patriotnya bergerak sendiri ke lokasi untuk melakukan pengamanan. 

Namun nasib berkata lain, karena dalam peristiwa tersebut seorang remaja meninggal dunia. Itu adalah risiko yang terjadi saat beliau sedang berusaha mengamankan situasi, bukan dengan niat untuk membunuh,” jelasnya.

Amiruddin menegaskan bahwa para pihak yang memahami hukum serta para pengambil kebijakan seharusnya dapat mempertimbangkan berbagai aspek sebelum mengambil keputusan terhadap kasus tersebut. 

Ia mengingatkan agar rekam jejak pengabdian dan prestasi yang dimiliki oleh Iptu Nasrullah juga menjadi pertimbangan.

“Kita semua mengetahui bahwa beliau merupakan salah satu perwira yang memiliki prestasi dalam kariernya. Niat pengabdiannya dalam menjalankan tugas juga tidak bisa kita ragukan,” tutup Amiruddin.

Di sisi lain, dukungan serupa juga datang dari seorang warga Rappocini, Hj Nuraisa. Ia menyampaikan harapannya kepada Kapolri, Kapolda Sulawesi Selatan, serta Kapolrestabes Makassar agar dapat mempertimbangkan secara bijak musibah yang tengah dialami oleh Iptu Nasrullah.

Menurutnya, Iptu Nasrullah selama ini dikenal sebagai sosok aparat yang tegas dan profesional dalam menjalankan tugas, khususnya dalam upaya memberantas berbagai bentuk kejahatan di wilayahnya. 

Ia berharap pimpinan kepolisian dapat melihat kasus tersebut secara adil dan menyeluruh.

TerPopuler