Dr.Akmal Pasluddin Gagas BIMTEK Pengembangan Tanaman Semusim dan Rempah
simak'
simak'
simak'
bone'
hariguru'
bupati
bupati bone
masmindo

Dr.Akmal Pasluddin Gagas BIMTEK Pengembangan Tanaman Semusim dan Rempah

Jumat, 25 Februari 2022,

Dr. H. A. Akmal Pasluddin SP MM anggota DPR RI Komisi IV FPKS Dapil SULSEL II 

BONE.WARTASULSEL.ID- Pengembangan produksi tanaman Semusim dan Rempah, Dr. H. A. Akmal Pasluddin SP MM anggota DPR RI Komisi IV FPKS Dapil SULSEL II menggagas dan membuka Bimbingan Teknis (BIMTEK) dengan tema Pengembangan Komoditi Tanaman Semusim dan Rempah di Helios Hotel,jalan .Langsat, Kota Watampone, Kamis 24 Februari 2022.


Program tanaman semusim ini merupakan program Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.

Dihadiri perwakilan Direktur Tanaman Semusim, Ester, perwakilan DINAS Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi SULSEL, KABID Perkebunan DINAS Pertanian Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone.


Peserta BIMTEK terdiri dari kelompok tani, penyuluh, asosiasi kelompok petani tebu dan perwakilan PTPN XIV..

Tujuan BIMTEK untuk peningkatan wawasan baik informasi teknologi, regulasi hingga persoalan teknis yang berkembang.

A. Akmal Pasluddin menyampaikan sambutannya kepeserta BIMTEK, "Kita juga ingin perhatian ke perkebunan , karena kita ingin petani tidak hanya fokus pada ketahanan pangan tapi bisa juga menggarap lahan lahan perkebunannya yang punya fotensi terutama tanaman semusim dan tanaman rempah", kata Legislator dari PKS.

Ia mencontohkan beberapa tanaman semusim antara lain Tebu, kakao, Cengkeh dan Rempah seperti Jahe, Kunyit, dan lain-lain, sangat terkenal di Sulawesi Selatan begitupun kelapa. kita programkan kelapa genjah.

"Kita coba dulu100 hektar, jika masyarakat suka kita akan berikan lagi tahun depan karena kelapa ini cepat berbuah dan kwalitasnya sangat tinggi", ujarnya.

Ia juga mengatakan jika ekspor sabut kelapa itu sangat tinggi , hanya di Bone menurutnya belum ada yang menghimpun potensi potensi tersebut. A. Akmal menginginkan pemerintah hendaknya mendorong perusahaan daerah atau pengusaha pengusaha lokal agar bisa menghimpun petani, kemudian mencari pasar di luar.

Yang menjadi persoalan menurut Andi Akmal adalah pasar oleh karena itu sebelum petani menanam pastikan dulu pembelinya.

"Jangan sampai hanya menjual benih tapi petani sudah ramai ramai menanam tidak ada pembelinya, janganlah menjadi petani yg latah artinya ikut ikutan tanpa melihat siapa pembelinya", tegasnya.

Makanya masayarakat perlu di edukasi dengan melalui BIMTEK, termasuk petani milineal, kelompok tani, pemerhati tani supaya terbuka wawasannya bahwa bisnis agro itu sangat terbuka bahkan kita bisa menjual melalui online tetapi barangnya harus ada.

Anggota Komisi IV DPR RI, akrab di disapa AAP menginginkan BIMTEK semacam ini harus digencarkan, "jangan hanya di kasih alat, di kasih benih, di kasih bantuan tetapi kita tidak kasih wawasan pengetahuan", urainya.

Kemudian politisi Fraksi PKS inipun menyinggung, "pabrik gula di Bone ada dua pabrik tetapi petani tebunya merana, melihat dan menilai randemen tebu di Bone kadangkala kurang sesuai, sehingga petani tidak mendapatkan keyakinan misal di taksir 3 atau 4 rendimennya sementara pabrik lain bisa sampai 7 rendimennya", ungkapnya.

Terkait tentang ketersedian air yang disampaikan KABID Perkebunan, DINAS pertanian Kabupaten Bone, Hasanuddin, SP, MSi mewakili Kadis Pertanian Bone,AAP mengatakan jika itu yg menjadi faktor rendahnya randemen dirinya akan membatu agar hasilnya bisa maksimal.

Harapan Andi Akmal, "mudah mudahan Bintek ini bisa membuka wawasan petani, Semangat belajar dan meningkatkan wawasan mesti di lakukan terus menerus seiring perkembangan teknologi", tutup Legislator dari DAPIL SULSEL 2.

**QMH*AHAS**
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler