MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Ada sejumlah pertanyaan yang mengemuka saat para aparatur sipil negara (ASN) telah bekerja maksimal mereka pasti akan menuntut kapan gaji dan TTP terbayarkan.
Namun, begitulah faktanya ada yang menilai pembayaran gaji dan TPP saat awal tahun biasanya agak telat dengan berbagai konsekwensinya.
Salah satu ASN yang tidak bersedia di sebut identitasnya mengatakan kepada media ini bahwa, tuntutan kerja mestinya harus berbanding lurus dengan gaji atau TPP untuk segera dibayarkan, sebab kondisi saat ini tidak semua ASN kehidupan ekonominya mapan.
Akibatnya mereka biasanya punya cara atau ide dalam bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan keluarganya di masa pandemi yang sarat dengan
berbagai keterbatasan sehingga dalam mencari nafkah, banyak orang menggunakan aplikasi internet dalam bertransaksi, mulai dari gojek, produk rumahan, nyaris semua menggunakan dunia maya, itulah kehidupan sebagian masyarakat sekarang, setingkat lebih beruntung ASN mereka punya gaji tetap dan mungkin sedikit lebih sejahtra dibanding non ASN.
Namun kenyataan di lapangan justru ada oknum ASN yang berurusan utang, apakah ini sistem manajemen keluarga kurang bagus atau memang kesejahteraan yang semakin terpuruk, ujar sumber itu.
Dilematis bahwa, kebutuhan masyarakat saat ini sangat beragam dari proses cicilan hingga biaya sekolah anak anak dan kebutuhan pokok semakin tinggi, ini sangat menyulitkan kita, karena gaji tidak tepat waktu kapan keluarnya, di tambah TPP pendukung juga belum cair akibatnya sistem perputaran ekonomi menjadi agak statis.
APBN dan APBD menjadi barometer penyanggah ekonomi kerakyatan, namun apa jadinya jika anggaran masih berada di balik brangkas lembaga perbankan. Semoga tidak membutuhkan waktu lama, anggaran tersebut terealisasi.
*QMH.WS*
