BONE.WARTASULSEL.ID-Menteri Pertanian RI, Dr. H Syahrul Yasin Limpo, SH, MSi, MH mengunjungi Bumi Arung Palakka, Senin 7 Pebruari 2022 dengan melaksanakan 3 agenda, yakni :
1.Pencanangan Program IP 400 dengan menanam padi di Dusun Polejiwa II, Desa Pakkasalo, Kecamatan Dua Boccoe.
2. Launching Pekarangan Emas- P2 L di Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat.
3. Ramah Tamah si Rujab Bupati Bone.
Wakil Bupati Bone Drs Ambo Dalle MM menyatakan siap mendukung program Kementerian Pertanian RI. Terutama dalam kegiatan optimalisasi hasil pertanian.
“Pemerintah Kabupaten Bone mendukung penuh agar masyarakat Bone bisa menanam dan panen empat kali dalam setahun dan mudah-mudahan di Sulsel Kabupaten Bone yang pertama berhasil mengimplementasikannya,” imbuhnya.
Dalam sambutannya, Syahrul mendorong produksi pertanian di Kabupaten Bone agar terus mengalami pertumbuhan.
“Kalau dulu hanya panen satu sampai tiga kali dalam setahun, sekarang sudah harus berubah empat kali panen dalam setahun. Harapannya adalah agar Bone sebagai lokomotif pertanian yang lebih maju lebih mandiri dan lebih modern,” katanya.
Tak lepas dari itu, Syahrul juga tak memungkiri hanya sektor pertanian yang mengalami pertumbuhan di tengah pandemi covid-19. Selama pandemi covid-19, semua sektor perekonomian lumpuh dan produksinya mengalami penurunan.
“Hanya satu yang naik adalah sektor pertanian. Inilah yang menghidupkan rakyat Indonesia dan kenaikannya bukan main tembus diangka 19,42%,” tandasnya.
Kedepan kata Mentan, sektor pertanian di Bone sangat mendukung, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan benar.
“Di Jepang lokasi pertaniannya lebih sedikit tapi pertaniannya maju karena mereka serius mengelola, dan Indonesia luar biasa lahan yang dimiliki. Maka dari itu, petani harus pintar berhitung dalam bercocok tanam misalkan dalam satu hektar itu segini hasil di yang diperoleh,” katanya.
Tidak sampai disitu saja, di tengah kelangkaan pupuk bersubsidi, Syahrul juga mengajak masyarakat agar tidak tergantung dengan pupuk kimia melainkan beralih ke pupuk organik.
“Memang beralih ke pupuk organik butuh kerja keras karena untuk ekspor tidak boleh lagi menggunakan pupuk kimia,” tukasnya.
Sementara itu, Plt Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, HA Asman Sulaiman berterima kasih atas kesediaan Mentan memantau tanam perdana program IP400.
“Kita patut bersyukur, Bone menjadi percontohan IP400 di Sulsel,”
“Termasuk kesediaan Bapak Mentan memantau tanam perdana program Pekarangan Emas."Ujarnya
