BONE.WARTASULSEL.ID-Dalam rangka mengubah pola pikir/mindset Nelayan agar lebih maju. Dewan Pengurus Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Bone, membekali para nelayan dengan mengikuti Diklat BST KLM (Dasar-dasar Keselamatan Kapal Tradisional) dan SKK 60 Mill (Kecakapan Kapal Tradisional).
Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Kepelautan BST KLM dan SKK 60 Mill untuk Nelayan Bone selama 3 tahun kedepan.
Sedangkan DIKLAT ini berlangsung selama 6 hari, mulai tanggal 7-12 Februari 2022, dilaksanakan di Hotel Sarlim,
Jl Dr.Wahidin Sudirohusodo. Kota Watampone.
Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) diikuti para nelayan tradisional Bone tersebar di 10 kecamatan pantai. Berkat inisiasi dari Kampus Politeknik ilmu Pelayaran (PIP) Makassar.
Bahkan, Diklat ini dirangkaikan dengan penandatangan kesepakatan (MoU) antara DPC HNSI Bone dengan Direktur PIP Makassar diwakili pejabatnya Capt. Rosani, S.Si.T,.M.Mar.
Ketua DPC HNSI Bone,
Muhammad Ilyas, SH mengatakan perlu ada peningkatan kompetensi keahlian yang dimiliki para nelayan agar kedepannya bisa sejahtera usai mengikuti Diklat yang dilaksanakan oleh PIP Makassar.
"Secara kelembagaan DPC HNSI Bone tetap berjuang membantu masalah yang rumit seperti pengurusan dokumen kapal, BPJS Ketenagakerjaan, dan lain-lain," tuturnya,Minggu, 13 Pebruari 2022.
Ditempat yang sama, Ketua Panitia Lokal Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Bone, Muh Rijal Kasim mengharapkan "semoga dengan perjanjian kerjasama tersebut nelayan tradisional Bone bisa lebih meningkat kompetensi keahlian sehingga dapat beroperasi di laut lebih baik lagi, serta ekonomi rumah tangga mereka lebih sejahtera dan pola pikir (mindset) lebih maju", urainya.
Sekedar diketahui, pada Diklat Pemberdayaan Masyarakat ini juga dihadiri para Dosen PIP Makassar beserta stafnya, Nelayan peserta Diklat, dan Sekretaris DPC HNSI Bone, Muh Rijal Kasim, S.Pi, M.Si.
**QMH*AHAS**

