Dari FGD MKKS SMAN Makassar, Prof Hamzah Upu Sebut Perlu Ada Karya Ilmiah Siswa
simak'
simak'
simak'
bone'
hariguru'
bupati
bupati bone
masmindo

Dari FGD MKKS SMAN Makassar, Prof Hamzah Upu Sebut Perlu Ada Karya Ilmiah Siswa

Kamis, 31 Maret 2022,


MAKASSAR.WARTASULSEL.ID-Dalam mengakselerasi program unggulan Gubernur Sulsel untuk mencerdaskan Sulawesi Selatan, maka segenap pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Makassar menggelar Focus Group Discusion (FGD) di Ballroom STIE Nobel Convention, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, Kamis, 31 Maret 2022.


Yang menarik sebab dalam acara tersebut sederet orang penting hadir yakni, Kabid Fasilitasi dan GTK Disdik Sulsel Dr. H. Mukhlis Mallajareng, yang mewakili Kadisdik Sulsel, juga ada mantan Kadisdik Sulsel, H. Irman Yasin Limpo, SH, Kajati Sulsel yang diwakili Asintel Ardiansyah, SH, MH, Kepala Komisi Informasi Publik Sulsel diwakili Sultan Rakib, Kepala Inspektorat Sulsel, diwakili A.Nur Amalia,ST,.M.Si juga ada Tim TGUPP Bidang Pendidikan, Prof. Dr. H. Hamzah Upu, M.Ed serta Ketua MKKS SMAN Kota Makassar Hj.Andi Mashari Mappiara, S.Pd, M.Si

Acara FGD di buka secara resmi Kadisdik Sulsel, diwakili Kabid Fasilitasi dan GTK Disdik Sulsel Dr H. Muhlis Mallajareng.

Selanjutnya, Ketua MKKS SMAN Kota Makassar Hj Andi Mashari Mappiara, S.Pd, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa terselenggaranya acara Focus Group Discussion ini berkat kerjasama dengan sejumlah pihak termasuk STIE NOBEL Makassar yang telah memberikan fasilitas yang tak terhingga.

Di kesempatan tersebut, Ketua MKKS juga menghaturkan rasa   hormat kepada para pemateri yang telah menyempatkan waktunya hadir pada acara tersebut.

Sementara Tim TGUPP Prof.Hamzah Upu dalam sambutannya menguraikan bahwa secara geografis disekolah itu adalah , perlunya ada tulisan (karya) ilmiah siswa khususnya di jurusan Bahasa Indonesia, bukan sekedar dibacakan, tetapi dibuatkan dalam bentuk buku, dengan anggaran melalui dana BOS, jelasnya.

Sementara Kajati Sulsel yang diwakili Ardiansyah selaku Asintel mengatakan.bahwa pada intinya kita dorong Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan untuk kerjasama terkait penggunaan Dana BOS dan lainnya karena selama dirinya menjabat sebagai Kasipidum di Kejari Makassar banyak sekali laporan diterima terkait penggunaan dana BOS termasuk saat pelaksanaan PPDB  terangnya.

Adapun Mantan Kadisdik Sulsel Irman Yasin Limpo, SH. menjelaskan bahwa dirinya menyimak dari pembicara awal bahwa program Gubernur sekarang sejatinya, PAUD terus di tumbuh kembangkan, bagaimana tidak, era sekarang perlunya sebuah perubahan siswa di tingkat SMA, kalau sejak dini tidak dibekali  penguatan dasar dari tingkat bawah, tentu hal ini akan sulit terwujud Irman Yasin Limpo mencontohkan, pelajaran baca tulis Al-Qur'an mestinya digalakkan saat anak masih di jenjang PAUD sehingga jika kelak tercatat sebagai siswa di SMA tidak lagi kaku, kemudian siswa SMA itu sesungguhnya tinggal masuk perguruan, untuk mengejar program Gubernur, itu fokus pada pendidikan  tentunya untuk mencapai hal itu adalah giatkan PAUD, papar adik kandung Gubernur Sulsel SYL itu.

Pada Discusion ini juga tampil dalam Kepala SMA Penggerak Dr.Asran dengan menguraikan bahwa program Gubernur sejatinya dibuatkan suatu regulasi dan bukan lisan, tegasnya.

*QMH.YUN*
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler