BONE.WARTASULSEL.ID-
Komisi II DPRD Kabupaten Bone menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum ( RDPU ) terkait adanya aspirasi dari masyarakat petani sawah yang berada di wilayah Bone Selatan yang kekurangan pupuk bersubsidi terutama pupuk NPK (Phonska).
Hal tersebut diungkapkankan ketua Komisi II DPRD Bone, A. Idris Rahman yang sering disapa Andi Alang, "kami mengundang seluruh bapak dan ibu untuk menghadiri RDPU pada hari ini, Selasa 14 Juni 2022 di ruang Komisi II DPRD Bone berhubungan adanya aspirasi dari masyarakat yang merasakan langkanya pupuk Phonska terutama di 4 kecamatan wilayah Bone Selatan, melihat tabel distribusi pupuk NPK ini, ada 4 kecamatan yang rendah serapan pupuk phonska, dibawah 30 persen yang dilayani satu distributor, sedangkan di kecamatan yang berdekatan, misalnya Kecamatan Tonra, malahan tinggi serapan pupuknya sampai 91 persen, untuk itu kami mengundang semua distributor untuk menghadiri RDPU ini agar kita dari Komisi II mendengar apa yang menjadi kendala sehingga pupuk ini bisa langka pada saat petani membutuhkan di sawahnya, agar kita bisa memberikan jawaban kepada petani, demikian juga dengan adanya media yang meliput dapat memberitakan kepada masyarakat," tutur A. Alang.
Anggota Komisi II DPRD Bone dari wilayah Bone Selatan, Herman dari Fraksi PAN menyampaikan pendapatnya, "masalah pupuk ini merupakan masalah klasik, tiap tahun petani berteriak kekurangan pupuk, kami sebagai anak petani merasakan dampak juga terhadap kelangkaan pupuk bersubsidi ini, kami tegaskan, saya tidak mau lagi mendengar adanya masalah kekurangan pupuk, Selajutnya kami menyarankan sebagai rekomendasi rapat ini, pihak distributor untuk melakukan demplot, ( percontohan pupuk NPK plus ), sehingga petani melihat hasinya, karena petani baru mau membeli pupuk NPK plus ini kalau sudah melihat langsung hasil dari percontohan, kalau hasilnya berlipat ganda, pasti petani membeli Tampa disuruh," saran legislator dari Fraksi PAN.
Menjawab dari pertanyaan anggota Komisi II DPRD Bone, distributor yang bermasalah distribusi pupuk subsidinya di 4 kecamatan wilayah Bone Selatan menyampaikan, "jami sering dilomba distributor dari kecamatan lain pada saat mau mengambil pupuk di gudang 2 pihak produsen, sehingga kami hanya dapat jatah hanya 30 ton saja," ungkapnya.
Menimpali penyataan distributor dari wilayah Bone Selatan tersebut, distributor dari wilayah Utara menyampaikan, "kami tidak kekurangan pupuk di wilayah Utara karena di gudang kami tersimpan stok pupuk sampai 100 ton," urainya.
KADIS TPHP Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman mengatakan dengan tegas, "kami sebagai tim pengawas pupuk yang diketuai SEKDA Bone, mengharapkan para Distributor pupuk agar bersegera mengambil jatah pupuknya, agar pendistribusian ke agen tidak terlambat, mengenai distributor di 4 kecamatan wilayah Bone Selatan ini akan kami evaluasi kinerjanya, karena kami sudah membuat komitmen dengan semua Distributor pupuk di wilayah Bone, mereka semua sudah membuat surat pernyataan, tinggal kami dari tim pengawas pupuk mengevaluasi pendistribusian pupuknya, kemungkinan nanti akan kami bagi dari 4 kecamatan menjadi 2 kecamatan area distributor," tegas A. Asman Sulaiman.
Bustanil Arifin, anggota Komisi II DPRD Bone menyampaikan ke Awak media seusai RDPU, Distributor yang bermasalah penyaluran pupuk NPK di 4 kecamatan wilayah Bone selatan ini hanya kurang aktif mengambil pupuk di gudang penyimpanan pupuk pihak produsen, menurut perwakilan distributor tersebut, modalnya ada untuk menebus pupuk, hanya mereka keduluan dari distributor lain, itu saja permasalahannya, ungkapnya.
**QMH*AHAS**
