Atasi Kelangkaan Gas 3 kg, Komisi 2 gelar Rapat bersama Agen, Andi Idris Rahman: Perketat Pengawasan dan Laksanakan Operasi Pasar
jmsi'
luwu'

Atasi Kelangkaan Gas 3 kg, Komisi 2 gelar Rapat bersama Agen, Andi Idris Rahman: Perketat Pengawasan dan Laksanakan Operasi Pasar

Jumat, 23 Januari 2026,

BONE-WARTASULSEL.Id. Terungkap penyebab kelangkaan Gas 3 Kg bersubsidi yang memicu kenaikan harga diatas Het, pada saat Rapat yang digelar Komisi 2 DPRD Bone yang dipimpin langsung Ketua, Andi Idris Rahman  didampingi anggota Komisi bersama para Agen Distributor Gas 3 Kg, yang juga dihadiri Kadis Perdagangan Kabupaten Bone, Rusdi bersama perwakilan Dinas Perindustrian, Andi Erni dan Kabag Perekonomian  Sekda Bone, Andi Pada Uleng. Kamis 22 Januari 2026, di ruang Banggar kantor DPRD Bone.

Sebagaimana yang dipertanyakan Ketua Komisi ke para agen bahwa apa yang menyebabkan kelangkaan dan harga naik berdasarkan aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD Bone. Perwakilan agen gas 3 kg menjelaskan bahwa faktor yang menyebabkan kelangkaan gas 3 kg adalah adanya kebutuhan untuk pemakaian gas 3 kg dengan  jumlah yang agak besar karena Nataru diakhir desember 2025, ada kegiatan yang dipusatkan di Kabupaten Bone pada tanggal 7-10 Januari 2026, berkumpulnya 30 ribu lebih  orang,  rombongan dari Kemenag seluruh Kabupaten di Sulsel untuk kegiatan HAB, ini hal baru yang perlu diantisifasi pihak Pertamina bila ada kegiatan yang membutuhkan gas yang jumlahnya besar untuk dipakai baik untuk  masak  di rumah yang ditempati rombongan maupun bagi UMKM yang memproduksi bahan makanan dan minuman.

Ada juga kebutuhan petani yang memompa air ke sawahnya dengan menggunakan gas 3 kg, karena musim kemarau atau panas, dan kegiatan isra miraj, sehingga diperlukan penambahan kouta gas 3 kg.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan Kabupaten Bone telah bermohon penambahan kouta ke Pihak pertamina pada tanggal 14 Januari 2026, sesuai yang disampaikan Kadis Perdagangan, dan ditambahkan pihak Dinas Perindustrian Kabupaten Bone.
"Kami telah komunikasi ke pihak pertamina melalui telpon, bahwa telah menambahkan kouta tabung gas 3 kg sebanyak 40 ribu tabung pada tanggal 16, menindak lanjuti Surat dari Dinas Perdagangan, dan selanjutnya pada tanggal 21 menambah lagi kouta 16 ribu tabung gas atas permintaan dari agen bagian utara, jadi stok cukup besar penambahannya, ada sekita 65 persen. Hanya pesan dari pertamina meminta untuk pengawasan dari distribusi gas tersebut, jangan sampai ada yang salah gunakan," ucap Andi Erni.

Kabag Perekonomian Sekda Bone menambahkan, "saya coba cek data pangkalan salah satu agen di wilayah kota, data pangkalannya hanya 55 yang terdaftar, namun pihak agen mengakui ada 75 pangkalan yang dilayani stoknya," ungkap Andi Pada Uleng. Hanya tidak dibahas lebih lanjut ungkapan tersebut. Padahal ada   pangkalan tidak terdaftar sebanyak 20 yang mendapatkan stok, inilah  yang barangkali diduga pangkalan siluman.

Menurut A. Ukka, anggota Komisi 2 menyebutkan bahwa, "susah memang diawasi penyaluran gas bersubsidi, BBM saja yang di kontrol menggunakan barkot masih tetap disalahgunakan," ujarnya.

Bahtiar Malla menimpali, bahwa "kenapa pemerintah hadir untuk mengawasi gas, karena disubsidi oleh pemerintah, seadainya komersil silahkan jual tampa ada pengawasan, untuk itu kami harapkan para agen untuk bekerjasama menjaga distribusinya, jangan menyalahi aturan," jelasnya.

Andi Alang, sapaan akrab ketua Komisi 2 melanjutkan, "hasil keputusan rapat, kita akan bermohon penambahan kouta, kami tegaskan pihak agen untuk memberikan penekanan kepada pangkalan dan pengecernya untuk tidak menjual gas 3 kg kepada orang yang tidak berhak, dan jangan menjual di luar kabupaten Bone, karena saya dapatkan sendiri petani di daerah Wajo memakai gas 3 kg dari Bone," tegasnya.

Andi Purnama Sari memberikan saran, "perlu ki edukasi masyarakat untuk menggunakan tabung 5,5 atau 12 kg, supaya masyarakat yang tidak berhak memakai tabung 3 kg, ada solusinya, sampaikan ki kelebihan dari tabung 5,5 atau 12 kg," ajaknya.

Diakhir rapat, Andi Erni dari Perindustrian memberikan solusi untuk mengantasi kelangkaan dalam waktu cepat, "pada saat langka gas tahun 2019 dan 2022,  pemerintah daerah melaksanakan operasi pasar di titik wilayah  yang langka, hanya dalam waktu satu minggu kelangkaan dapat teratasi," ungkapnya.

Ketua komisi 2 langsung merespon, " pak Kadis Perdagangan, silahkan lakukan operasi pasar, agar teratasi masalah ini," tutup Andi Idris Rahman.*QMH*AHAS*
1'
2'
3'

RINGKASAN AKUN PEMERINTAH KAB. BONE T.A. 2025

TerPopuler