Legislator PKS, Dr. H. A. Akmal Pasluddin, SP, MM Gelar BIMTEK Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian di Bone google.com, pub-5973303562208985, DIRECT, f08c47fec0942fa0
pasang
pasang

Legislator PKS, Dr. H. A. Akmal Pasluddin, SP, MM Gelar BIMTEK Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian di Bone

Senin, 21 November 2022,


BONE.WARTASULSEL.ID- Legislator dari Fraksi PKS DPR RI, Dr. H. A. Akmal Pasluddin, SP,  MM  bersama Balai Karantina Pertanian Parepare menyelenggarakan Bimbingan Teknis ( BIMTEK ) Akselerasi Ekspor Komoditas Pertanian di Hotel Helios,   Jalan Langsat, Kota Watampone, Kabupaten Bone.


Dalam rangka mendorong potensi ekspor produksi pertanian,  Andi Akmal Pasluddin  menginisiasi dengan mengumpulkan perwakilan petani dari beberapa desa, Gapoktan, PPL, dan Petani Milenial  untuk membekali dan memberikan penyuluhan ke petani agar dapat menyiapkan produk unggulan daerah yang mampu memenuhi kebutuhan baik dalam negeri maupun ekspor. 

Kepala Karantina pertanian Parepare,  drh. A. Azhar  mengatakan  bahwa peran karantina merupakan ujung dari kendali mutu. Artinya, sebelum komoditas diekspor, harus ada dokumen karantina. “Kalau tidak, negara tujuan akan menolak. Bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk kita,” ujarnya.

Lanjutnya, "Alhamdulillah dari tahun ke tahun ekspor hasil pertanian meningkat jumlahnya, mudah mudahan dengan dilaksanakan BIMTEK ini petani Bone meningkat mutu produksi hasil pertaniannya," harap Kepala Karantina pertanian Parepare.

Ditempat yang sama, Andi Akmal menyebut ekspor yang sudah berjalan, seperti komoditas beras selama ini, namun sempat membuat saya marah  di gedung DPR, karena ada rencana infor beras lagi, saya termasuk yang menolak keras, karena data BPS kita surplus beras, masak mau infort beras, ini menunjukkan kerja Bulog yang tidak benar, Bulog menyampaikan kekurangan stok cadangan, kenapa tidak menyerap beras dari petani, alasannya tidak mampu bersaing harga dengan pedagang," ungkap A. Akmal.

"Alhamdulillah, dengan keluarnya regulasi baru, Bulog diberi kebijakan untuk membeli beras dari petani dengan harga kesesuaian pasar, sehingga Bulog kedepan dapat bersaing dengan pedagang untuk membeli gabah atau beras dari petani," urainya.

Lanjutnya, "Kalau kedelai mau diinfort, bolehlah kita maklumi karena betul-betul kita kekurangan stok," tegas A. Akmal.

 Diharapkan dengan dibekali bimbingan teknis, peserta lebih memahami dan mampu mempersiapkan komoditas ekspor yang berkualitas ke negara lain.

Andi Akmal, yang sering  disapa dengan akrab "AAP", mengatakan, "Kabupaten Bone merupakan daerah yang kaya raya karena banyak komoditas yang sudah mulai diekspor dan masih perlu disiapkan. Sehingga diperlukan sinergi antara satu sama lain, sama-sama mendukung pembangunan daerah yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat," jelasnya.

“Bicara impor dan ekspor, karantina merupakan bagian depan dan terakhir untuk menentukan apakah barang impor layak masuk ke wilayah kita dan untuk ekspor, karantina juga menentukan pemenuhan persyaratan ekspor,” kata Andi Akmal.

Tambahnya, "Pertanian merupakan salah satu sektor yang paling berperan dalam peningkatan perekonomian. Gerakan ekspor untuk mendorong pendapatan daerah dari sektor devisa. Harapan saya setelah Bimbingan Teknis ini ada peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta untuk meningkatkan produk ekspor komoditas hasil pertanian di Kabupaten Bone,” tutup AAP, anggota DPR RI dua periode dari DAPIL SULSEL II.

**QMH*AHAS**
loading...

TerPopuler