JAKARTA. WARTA SULSEL. ID - Transformasi digital dalam layanan pertanahan dikembangkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk membuka akses dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Seperti pada aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat dapat memantau dari mana saja perkembangan proses layanan pertanahan yang sedang diajukan, tanpa perlu datang langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah).
Sehubungan dengan itu, Yumiwati (50), warga Jakarta Barat, saat mengambil Sertipikat Elektroniknya lewat Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) di Kantah Kota Administrasi Jakarta Barat, Sabtu, 21 Februari 2026, mengungkapkan dengan adanya aplikasi Sentuh Tanahku, saya bisa mengetahui dari aplikasi apakah sudah selesai atau belum.
"Saat statusnya sudah di loket penyerahan, barulah saya datang ke Kantah,” ujar Yumiwati.
Diakuinya, bahwa sertipikat elektronik yang diambil kali ini, merupakan hasil dari pengurusan administrasi pertanahan yang ia lakukan tanpa kuasa atau calo. Dengan digitalisasi layanan pertanahan, meski mengurus sendiri, ia merasa prosesnya jadi mudah.
"Antrean sudah bisa diambil secara online dari Sentuh Tanahku. Setelah Sertipikat Elektroniknya jadi, datanya juga langsung tersimpan dan dapat ia lihat dari mana saja dan kapan saja dalam Sentuh tanahku," cetusnya.
Bagi Yumiwati, layanan pertanahan yang ia terima juga semakin baik, seiring berjalannya transformasi digital. Untuk proses pengurusan sertipikatnya kali ini saja menurutnya sudah cepat.
“Belum sampai tujuh hari ini sudah selesai. Itu juga sudah jadi, dari kemarin sebetulnya, tapi saya baru sempat Sabtu ini. Sekarang saya lihat sudah cepat. Dan ke depan makin bagus lagi pelayanannya," pungkasnya.
Sementara itu, Ratna Tobing, yang juga warga Jakarta Barat, mengungkapkan, bahwa transformasi digital bukan hanya berpengaruh terhadap kecepatan layanan, namun menjadi pemupuk tumbuhnya rasa aman dalam benak masyarakat.
“Dulu sertipikatnya masih berupa berkas fisik, sekarang sudah elektronik, jadi lebih aman. Aman sekali, karena selain ada sertipikat fisik, sekarang juga ada versi elektroniknya. Tadi juga yang sudah saya terima kelima-limanya sudah berbentuk elektronik,” ungkap Ratna Tobing, seraya menegaskan, bahwa dirinya lebih tenang, saat sertipikat tanahnya, sudah diubah ke bentuk elektronik.
*QMH. Yoga. Hms*