Kerja Bakti Massal, Sekda Palopo: Gerakan ASRI, Rachmad: 75 Ton Perhari
jmsi'
lapas
funrun'
funrun'
funrun'
dprd
dprd

Kerja Bakti Massal, Sekda Palopo: Gerakan ASRI, Rachmad: 75 Ton Perhari

Jumat, 27 Maret 2026,


PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Masalah sampah di Indonesia mencapai tahap darurat dengan timbunan mencapai 34 juta ton pada 2024, di mana sekitar 13,77 juta ton tidak terkelola dan mencemari lingkungan. Didominasi sampah rumah tangga (40%) dan plastik (17%), krisis ini diperparah oleh TPA yang kelebihan kapasitas, rendahnya kesadaran pemilahan (3R).

Sementara pada tahun 2026, masalah sampah di Indonesia berfokus pada target ambisius tata kelola 53% sampah nasional untuk mengatasi darurat sampah, lonjakan volume sampah di masa mudik, dan penutupan metode open dumping. Tantangan utamanya meliputi peningkatan sampah organik/anorganik, penumpukan sampah di perkotaan, dan kebutuhan mendesak akan edukasi pemilahan sampah dari rumah. 

Dari permasalahan sampah yang terjadi di Indonesia, maka Pemerintah Kota Palopo kembali menggelar Kerja Bakti Massal di sepanjang Jalan Lingkar Kota Palopo. Jumat 27 Maret 2026.

Dan Kerja Bakti Massal ini digelar pasca bulan Ramadan yang bertujuan untuk 
menjaga kebersihan melalui Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Reesik dan Indah). Meski beberapa pegawai masih dalam masa WFA (Work From Anywhere).

Terkait hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palopo, Zulkifli, mengatakan, bahwa kegiatan kerja bakti akan menjadikan tradisi, bukan hanya setiap Hari Jumat, tetapi tetap dilakukan setiap hari. Minimal di lokasi kantor masing-masing. 

"Untuk tiap Hari Jumat, kita akan konsentrasikan di titik-titik tertentu. Sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara-Red), kita harusnya malu, jika kondisi Kota Palopo tidak baik-baik saja dengan sampah," ujarnya.

Ditegaskannya, sebagai ASN harus hadir di tengah masyarakat, menata dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menangani persoalan sampah. 

"Kegiatan hari ini, akan menjadi pemicu dalam gerakan ASRI. Mari kita bekerja sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Semoga ini menjadi tradisi bagi kita semua," tegas Zulkifli.

Di lokasi tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Rachmad, mengungkapkan, bahwa timbunan sampah di Kota Palopo, sekitar 85 Ton sampai dengan 95 Ton perhari, khusus di bulan Ramadan sekitar 120 Ton sampai dengan 135 Ton perhari. 

"Sementara kemampuan armada DLHP dalam mengangkut sampah, hanya sekitar 60 Ton sampai dengan 75 Ton perhari. Jadi, masih ada sampah yang tertinggal," ungkap Rachmad.

Harapan kami dari DLHP, mari kita edukasi diri, tetangga, serta lingkungan untuk melakukan pemilahan sampah, sehingga tidak semua sampah masuk ke TPA dan tidak ada lagi sampah yang tertinggal. 

"Mari kita jaga kebersihan serta kesehatan di masing-masing lingkungan," harapnya.

*QMH. Yoga. Hms*

TerPopuler