PALOPO. WARTA SULSEL. ID - Pemkot (Pemerintah Kota) Palopo, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), mengimbau kepada masyarakat, agar menyikapi dengan bijak terkait istilah "El Nino Godzilla" yang marak belakangan ini.
BPBD Kota Palopo meminta agar informasi tersebut, tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Palopo, Andi Farid Baso Rachim, AP.,M.M, mengatakan, untuk tahun 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi peluang terjadinya El Nino mencapai 50–60 persen pada semester kedua, yakni mulai Juli hingga akhir tahun.
"Tahun 2026, Indonesia diprediksi mengalami El Nino kategori lemah hingga moderat, sehingga masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada," ujarnya.
Saat ini, wilayah Palopo memasuki masa pancaroba atau peralihan musim. Pada fase ini, pola cuaca umumnya ditandai dengan pagi hingga siang hari yang panas terik, kemudian sore hingga malam berpotensi terjadi hujan dengan intensitas bervariasi.
"Puncak fenomena (El Nino) sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September, yang bertepatan dengan puncak musim kemarau," pungkas Farid Baso Rachim.
Godzilla El Nino adalah istilah populer untuk fenomena El Nino berkekuatan ekstrem yang diprediksi melanda Indonesia pada April-Oktober 2026. Fenomena ini ditandai pemanasan suhu laut Pasifik yang intens, memicu musim kemarau lebih kering, panjang, dan risiko kekeringan tinggi, terutama di selatan Indonesia, serta berpotensi menimbulkan krisis pangan.
Pihak BPBD Palopo membuka call center sebagai bentuk percepatan layanan kepada masyarakat apabila menemukan ataupun mendapatkan informasi peristiwa di suatu wilayah, terkhusus di Kota Palopo. Seperti, banjir, tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang, kebakaran dan kejadian darurat lainnya. Call center BPBD 085-117-777-818.
*QMH. Yoga. Hms*