MAKASSAR .WARTASULSEL.ID-Pemanfaatan lahan seluas 1,3 hektar di kawasan Staltahmil Pomdam XIV/Hasanuddin menjadi sawah produktif di tengah Makassar menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan ruang bukanlah penghalang untuk berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Inisiatif ini tampil sebagai langkah inovatif dan strategis yang tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga menghadirkan inspirasi bagi pengembangan pertanian di kawasan perkotaan.
Program tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait penguatan ketahanan pangan.
Lahan yang sebelumnya kurang optimal kini berhasil dioptimalkan menjadi area pertanian produktif yang mampu menghasilkan dan memberi manfaat luas, baik bagi institusi maupun masyarakat sekitar.
Keberhasilan ini ditandai dengan pelaksanaan panen padi Pomdam XIV/Hasanuddin sektor 1 yang berlangsung di lahan Staltahmil Pomdam XIV/Hasanuddin, Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa (14/4/2026).
Momentum panen ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan sektor pertanian, tetapi juga mencerminkan sinergi yang kuat antara institusi militer dan masyarakat.
Wakil Komandan Pomdam XIV/Hasanuddin, Letkol Cpm Hastho Susanto, SH, yang hadir mewakili Komandan Pomdam XIV/Hasanuddin Kolonel Cpm M. Rokib Jabar, SH, menegaskan bahwa pemanfaatan lahan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang terus dikembangkan setiap tahun.
“Kami melaksanakan program yang telah diperintahkan dalam hal pemanfaatan lahan. Tahun ini kami menanam padi di lahan seluas 1,3 hektar, setelah sebelumnya menanam jagung,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan pangan.
Menurutnya, program tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah konkret dalam menciptakan kemandirian pangan di lingkungan internal sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
“Ketahanan pangan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan, baik secara institusi maupun masyarakat. Lahan yang ada kami manfaatkan, kami rawat, dan hasilnya dapat dinikmati bersama,” tambahnya.
Menariknya, hasil panen dari lahan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi anggota Pomdam XIV/Hasanuddin, tetapi juga dibagikan kepada warga sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial dan penguatan solidaritas.
Apresiasi terhadap kegiatan ini turut disampaikan oleh Sekretaris Kecamatan, A. Zulfadli, yang hadir mewakili Camat Tamalate. Ia menilai langkah yang dilakukan Pomdam XIV/Hasanuddin sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat, khususnya melalui pengembangan urban farming.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan panen padi ini. Ini adalah wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus sejalan dengan program pemerintah dalam mengembangkan urban farming sebagai pondasi ketahanan pangan di tingkat wilayah,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan lahan yang tersedia, termasuk pekarangan rumah, sebagai bagian dari gerakan bersama dalam menghadapi potensi krisis pangan global.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mulai dari hal kecil, memanfaatkan lahan pekarangan.
Jika dilakukan secara bersama, ini akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan pangan di tingkat RT dan RW,” tambahnya.
Lebih dari sekadar produksi pangan, inisiatif ini menjadi bukti bahwa kawasan perkotaan memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pertanian. Pemanfaatan lahan tidur menjadi sawah produktif merupakan contoh nyata transformasi ruang yang visioner dan berkelanjutan.
Program ini juga membuka peluang untuk pengembangan berbagai komoditas pertanian lainnya di masa mendatang.
Dengan pengelolaan yang konsisten, lahan tersebut berpotensi menjadi pusat edukasi pertanian urban yang berkelanjutan.
Sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program ini.
Kolaborasi lintas se